19.10.17

Resensi Artikel : KAMI INGIN BERARTI UNTUK DUNIA

KAMI INGIN BERARTI UNTUK DUNIA

WAHYU RELISA NINGRUM
15.310.410.1087
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA




Setiap orang mempunyai mimpi yang besar. Mimpi yang ingin diwujudkan agar menjadi kenyataan. Demikian halnya dengan dua orang pemuda asal Pulau Bali yang mempunyai mimpi besar. Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya limbah kayu sisa kerajinan jati, tercetus ide untuk mengolah limbah tersebut menjadi barang-barang rumah tangga. Dhamar meyakini limbah tersebut masih bernilai. Ia dapat membuat sendok, mangkuk dan gelas, piring dan garpu dari limbah tersebut. Produk tersebut halus, aman dan bermakna untuk recycle, reuse, dan reduce. Dhamar menawarkan sisi lain dalam produknya yang sudah diekspor ke beberapa negara tersebut. Sisi lain tersebut seperti kemanusiaan, penyelamatan lingkungan dan membantu perekonomian.
Konsistensi mengedukasi diri sendiri dan orang lain terutama anak-anak, diwujudkan oleh I Gde. Edukasi mencintai tanah, tanaman, air, dan bibit tanaman olahan produk lokal. Berawal dari melihat kebutuhan lingkungan sekitar terhadap bibit-bibit tanaman dan keluhan dalam membeli bibit harus banyak padahal masyarakat sekitar tempat tinggalnya membutuhkan bibit hanya sedikit. Maka tercetuslah ide untuk mencarikan bibit-bibit yang ditanam dengan media dalam pot. Lengkap dengan media tanah, pot, petunjuk penanaman, pupuk, dan terutama bibitnya.

Sisi positifnya memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Jangan takut untuk mewujudkan dengan karya nyata. Jangan pernah takut untuk bertanya, jangan jakut untuk berbagi. Sekecil apapun itu, jika berbeda dari yang lain dan tetap memiliki pesan pada lingkungan, kemanusiaan, produk yang kita hasilkan akan memiliki nilai lebih dari yang lain.
Sisi negatifnya menjadi orang yang berarti bagi dunia, dibutuhkan kreativitas, inovasi, berbeda dengan yang lain, dan berani mewujudkan mimpi. Apabila tidak memiliki hal tersebut kita akan semakin tertinggal dari yang lain dan kita pun tidak bisa berbuat banyak. 


Sumber: 
Kompas, 4 September 2017. Hal.24

0 comments:

Post a Comment