15.10.17

REFORMASI JENDER DI SAUDI, PEMBARUAN SANG PANGERAN



JUDUL: REFORMASI JENDER DI SAUDI, PEMBARUAN SANG PANGERAN
 

Oleh: I r w a n t o
 (NIM. 163104101125)
Program Studi Psikologi Umum

Mata Kuliah Psikologi Sosial 2
Dosen: Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dalam Resensi ini, Penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.        Negara yang begitu ketat akan adanya jender, akhirnya runtuh juga dalam reformasi jender yang ada di Saudi tersebut.
2.        Persamaan hak perempuan dalam hal sektor sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga olah raga dapat di tingkatkan.
3.        Isu jender adalah salah satu fokus utama dalam geliat pembaharuan di saudi.
4.        Penyamaan hak perempuan sudah mulai terlihat dari segi sektor  sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga olah raga.
5.        Sasaran Visi negara Saudi 2030, menyatakan bahwa hak perempuan dalam hal pekerjaan dan sektor akan mencapai 40 %.
6.        Adanya reformasi jender akan membawa suasana baru bagi kaum perempuan sekarang ini.


Keuntungan dalam resensi ini:
1.        Kaum perempuan dan laki-laki akan menjadi mitra perjuangan di berbagai sektor sosial, budaya, ekonomi dan politik.
2.        Hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan sama dalam hal sektor sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga olah raga.
3.        Dalam hal ini, perempuan juga bisa menjadi pionir.
4.        Tidak ada lagi kaum perempuan tertindas dari kaum laki-laki.

Kekurangan dalam resensi ini:
1.      Tidak semua perempuan bisa membagi waktu dalam hal pekerjaan (mengurus keluarga dan pekerjaan).
2.      Dalam resensi ini hanya mengupas saja dari segi positif saja.
3.      Kepedulian keluarga akan mengalami penurunan.
4.      Akan menimbulkan dampak yang negatif, bagi keluarga yaitu tingkat perceraian meningkat. 

Analisis
          Sejak beberapa tahun ini kata gender telah banyak didiskusikan  dan telah banyak perubahan sosial tentang hal tersebut. Gender ini banyak artinya jika kita lihat dalam kamus besar bahasa Indonesia yaitu pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki-laki dan perempuan ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat.
          Gender ini dianut, oleh penganut aliran ilmu sosial dan konflik yang memusatkan pada ketidak adilan struktur. Baik dalam perbedaan biologis dalam hal perbedaan kelamin. Gender merupakan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan.  

0 comments:

Post a Comment