12.10.17

Kesehatan Masyarakat

Di susun oleh: AHMAD MUTAMAKIN
Nim               : 15 310 410 1088
Tugas Psikologi Klinis


Kesehatan masyarakat
Sudah banyak para ahli kesehatan membuat batasan kesehatan masyarakat ini. Secara kronologis batasan-batasan esehatanmasyarakat mulai dengan batasan yang sangat sempit sampaibatsan yang luas seperti yang kita anut saat ini.
Dari pengalaman-pengalaman praktek kesehatan masyarakat yang telah berjalan sampai pada awal abad ke-20, winslow(1920) akhirnya membuat batasan kesehatan masyarakt yang sampai sekarang masih relevan sebagai berikut: kesehtan masyarakat(publik health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakt untuk:
a. Perbaikan sanitasi lingkungan
b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasianpelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi

Membicarakan kesehatan msyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metodologi yunani, yakni asclepius dan higeia. Berdasarkan cerita metos yunani tersebut akhirnya muncul 2 aliran atau pendekatan dalam menangani masalah-maslah kesehatan. Kelompok atau aliran pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit(setelah sakit), yang selanjutnya di sebut pendekatan kuratif(pengobatan). Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik fisik, psikis, mental maupun sosial.
Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan higeia, cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan menigkatkan kesehatan(promosi) sebelum terjadinya penyakit.
Pendekatan kuratif sendiri lebih pada sasaran individual,  sedangkan preventif itu sasaranya adalah masyarakat(bukan perorangan).
Edwin chadwich seorang pakar sosial (social scientist) sebagai ketua komisi penyelidikan dan penanganan masalah wabah kolera pada tahun 1831 di inggris, melaporkan hasil penyelidikanya sebagai berikut: masyarakt hidup di suatu kondisi sanitasi yang jelek, air limbah yang mengalir terbuka tidak teratur, makanan yang dijual di pasar banyak di rubung lalat dan kecoa. Disamping itu ditemukan sebgian besar masyarakt miskin bekerja rata-rata 14 jam per hari, dengan gaji yang dibawah kebutuhan hidup. Sehingga sebagian masyarakat tidak mampu membeli makanan yang bergizi. Dan laporan chadwich ini di lengkapi dengan analisis data statistik yang bagus dan sahih. Akhirnya parlemen mengeluarkan undang-undang yang isinya mengatur upaya-upaya peningkatan kesehatan penduduk, termasuk sanitasi lingkungan, sanitasi tempat-tempat kerja, pabrik dan sebagainya.
Kesimpulan menurut sumber sendiri dari perkembangan batasan kesehatan  masyarakar tersebut dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakt itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakt.
Sedikit menambahkan
Tadi membahas juga tentang partisipasi masyarakat, nah untuk menumbuhkan partisipasi masyarakt sendiri tentunya tidaklah mudah. Memerlukan pengertian, kesadaran, dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah-masalah tentang kesehatan masyarakat itu sendiri. Dan banyak hal dunia psikologi itu untuk berperan disini. Tentunya bisa  kita melakukan pendekatan melalui psikologi komukasi, psikologi sosial psikologi lingkungan dan kesehatan mental.

Sumber:
Fenny Azwar. Teori ilmu kesehatan masyarakat. http://nengfennyazwar.blogspot.co.id/2012/03/teori-ilmu-kesehatan-masyarakat.html?m=

0 comments:

Post a Comment