11.10.17

EMPATI, KUNCI MERANGKUL BAWAHAN

ARTIKEL PSIKOLOGI INOVASI : EMPATI, KUNCI MERANGKUL BAWAHAN

IRNANINGSIH


153104101089
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA 

Empati, mengapa pemimpin butuh empati ?.......manusia adalah makhluk sosial, dimana kita bisa dan perlu bersosialisasi. keadaan tidak optimal dalam bersosialisasi ini jelas membuat orang lebih menderita daripada bila ia sendirian. 
Empati adalah kemampuan untuk mengenali dan berbagi rasa dengan sesama. Pemimpin yang memiliki empati tidak hanya sekedar memenuhi dan menunjukkan tanggungjawabnya dalam mencapai tujuan, paling pandai dan paling berkualitas, tetapi pemimpin yang bisa membangun circle of safety, suatu budaya di mana manusianya merasa terlindungi.
Ketika kita menjadi pemimpin pertanyaan awal yang bisa kita ajukan pada bawahan adalah "Is everything OK?". individu yang belum terbiasa dengan sikap ini bisa melatih diri secara intensif. Melakukan hal-hal kecil seperti menahan pintu lift untuk orang lain, membawakan minum, dan lainnya mampu membangun dampak dalam diri kita, untuk selalu mengedepankan kepentingan orang lain terlebih dahulu. Kemudian lambat laun kita akan merasakan efek dari hubungan pertemanan, dengan pelanggan maupun anak buah. Bermodalkan sikap care tadi, kita bisa membuat koneksi, mengerti perasaan orang lain, tanpa upaya ekstra bahkan menikmatinya, karena hormon oksitosin ( hormon yang menumbuhkan empati dan rasa percaya ) kita secara rutin telah di produksi otak kita. dan pada saat seperti ini empati akan menjadi kebutuhan biologis.

sumber : Kompas, Sabtu, 30 September 2017 hal. 13

0 comments:

Post a Comment