14.10.17

ANAMNESA

ANAMNESA

Wartono
153104101120
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 Anamnesa
               Anamnesa berasal dari bahasa Yunani 'anamnesis'yang berati mengingat kembali jiwa.Istilah
tersebut dikemukakan pertama kali oleh filsuf Yunani kuno ,Platon.Menurut Platon indera manusia
hanya memperlihatkan dunia ,yakni dunia menjadi dan proses untuk menjadi.Anamnesis merupakan proses mengingat kembali sesuatu yang muncul saat ini.Anamnesa pada masa itu senantiasa dihubungkan dengan kesehatan jiwa , yaitu bagaimana masalah dalam kesehatan jiwa dikenali melalui anamnesa,melalui upaya untuk melihat asal mulanya.
Menurut pendapat Platon kesehatan jiwa adalah keharmonisan antara tiga bagian jiwa yaitu keinginan,keberanian ,dan kebijakasanaan; yang berkaitan dengan pandangan  gestalt,idealistik dan religius (Plato ,dalam Srisayekti ,Wilis ,2000.)
     Selanjutnya Galeno (129-199), seorang dokter yang juga pengikut paham eklektik mulai mengklasifikasikan keadaan jiwa menjadi empat, yaitu Saguinik,Melankholik, Cholerik, dan Phlegmatik. (Brugger/Fisseni, 1992, dalam Osten, 1997).Klasifikasi tersebut selanjutnya mendasari teori kepribadian pertama, yang pengaruhnya masih terasa hingga paruh kedua abad dua puluh. Melalui penggolongan kepribadian dan karakter yang dikemukakan, langkah ini menandai dimulainya tradisi pandangan kedokteran dalam melihat masalah manusia. Namun demikian, melalui upaya yang lebih aktif melihat dan  mengklasifikasikan, langkah ini dipandang pula oleh sebagian orang sebagai pereduksian keberadaan manusia seutuhnya dan gangguan atau penyakit yang dideritanya. Dikatakan demikian karena upaya untuk melihat masalah yang sebenarnya, yang merupakan hakekat dari anamnesa, terlihat belum mendapatkan penekanan. 

Anamnesa dalam diagnostik psikologik

Diagnostik psikologik atau psikodiagnostik, secara harafiah mengarah pada pengertian diagnostik yang dilakukan dalam psikologi atau bersifat psikologik; yang membedakan dari asal perkembangannya yang banyak terkait dengan dunia kedokteran atau bersifat medik. Diagnostik psikologik atau psikodiagnostik bukan merupakan subdisiplin psikologi tersendiri, seperti psikologi umum, psikologi kepribadian, psikologi sosial, psikologi perkembangan;  

Peran anamnesa dalam diagnostik psikologik atau psikodiagnostik pada mulanya banyak dikaitkan dengan lingkup psikologi klinis atau psikologi kesehatan, yang banyak berhubungan dengan psikiatri.  
Keterampilan untuk pelaksanaan anamnesa

Sebagai upaya pengumpulan informasi mengenai klien dalam suatu percakapan, beberapa
keterampilan dianggap memegang peran utama dalam pelaksanaan anamnesa:

1. Keterampilan untuk mendapatkan informasi dalam semua tataran. 
2. Keterampilan untuk membangun dan membina percakapan. 
3. Keterampilan untuk membangun hipotesis mengenai masalah klien. 

Referensi:

Srisayekti , Wilis . (1997). Anamnesa Suatu Pengantar. , Jurnal Psikologi.

0 comments:

Post a Comment