25.9.17

REVIEW : CARL ROGERS, "TUGAS PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2"

TEORI KEPRIBADIAN YANG BERPUSAT PADA PRIBADI ( CARL ROGERS )
Dosen : Fx. Wahyu Widiantoro,S.Psi,MA
                                                        

                                                          Abstrak :

Ningnurani,Fak : Psikologi'16


















          Mengenal diri sendiri itu merupakan cara untuk menaklukkan apapun yang ada didalam kehidupan ini. Mampu mengetahui segala kelebihan dan kekurangan diri itu adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan setiap luka bathin yang kita rasa. Apapun perkataan orang , bagaimanapun perlakaun orang lain terhadap kita, kita akan bisa menerima segala hal itu dengan lapang dada. Manusia pada umumnya  mempunyai  pilihan bebas dan kapasitas untuk mengarahkan diri. Dan semua perilaku manusia itu dikontrol,diprediksi,dan berjalan sesuai hukum atau aturan yang berlaku.
         Dan pada dasarnya, manusia itu bergerak maju, sehingga manusia mampu meraih impian ,dan bisa mencapai segala keinginan dalam kehidupannya. Manusia merupakan mahkluk sosial, yang selalu ingin menunjukkan " aktualisasi diri ". dan mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri. Karena setiap manusia itu adalah pribadi yang mempunyai " keunikan " tersendiri, dan berbeda dengan yang lainnya.                         
kata kunci : bergerak maju, aktualisasi diri.



Pendahuluan 

Rogers menyebut dirinya sebagai orang yang berpandangan humanistik dalam psikologi kontemporer. Psikologi humanistik lebih penuh harapan dan optimistik tentang manusia. Rogers berpendapat bahwa, dalam diri setiap orang terdapat potensi - potensi untuk menjadi sehat dan kreatif.Teori Rogers juga juga mempunyai kesamaan dengan psikologi eksistensial, artinya Rogers memberikan tekanan yang kuat pada pengalaman - pengalaman sang pribadi,perasaan - perasaan dan nilai - nilainya, da semua yang teringkas dalam ekspresi " kehidupan bathin".

Struktur Kepribadian :
1. Organisme ==> lokus atau tempat dari seluruh pengalaman.Pengalaman meliputi segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran organisme pada setiap saat.Keseluruhan pengalaman ini merupakan medan fenomenal. Medan fenomenal adalah "frame of reference " dari individu yang hanya dapat diketahui oleh orang itu sendiri.Bagaimana individu itu bertingkah laku tergantung pada medan fenomenal itu ( kenyataan subyektif ) dan bukan pada keadaan - keadaan perangsangnya ( kenyataan luar ).
Medan fenomenal tidak identik dengan kesadaran. Kesadaran adalah perlambang dari sebagian pengalaman kita.Diri dari medan fenomenal, dengan demikian medan fenomenal terdiri dari pengalaman sadar ( dilambangkan ) dan pengalaman tidak sadar ( tidak dilambangkan ).Akan tetapi organisme, dapat membedakan kedua jenis pengalaman tersebut dan bereaksi terhadap pengalaman yang tidak dilambangkan. Dan Rogers menyebut ini sebagai subsepsi ( subception ).

Proses organisme meliputi tiga kemungkinan :
a. melambangkan pengalaman - pengalaman sehingga disadari,
b. menolak dan melambangkan pengalaman - pengalaman sehingga tetap tidak disadari,
c. tidak memperdulikan pengalaman - pengalaman tersebut.

2. Self ==> merupakan bagian yang terpisah dari medan fenomenal ,berisi pola pengamatan, dan penilaian yang sadar terhadap diri sendiri baik secara subyek maupun obyek.
Self mempunyai sejumlah sifat :
a. dapat berkembang sebagai akibat dari interaksinya dengan lingkungan,
b. memiliki kemungkinan mengintroyeksikan nilai - nilai orang lain kedalam dirinya,
c. self berusaha menjaga keutuhan, pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self,dan diterima sebagai ancaman yang menimbulkan rasa tidak enak,
d. self dapat berubah sebagai akibat dari pada kematnagan dan belajar.


Organisme dan Self  

Organisme dan self dapat selaras atau tidak dapat selaras.Seseorang dapat dikatakan matang ,berfungsi penuh, berpenyesuaian baik, bila pengalaman yang dilambangkan yang membentuk diri /self benar - benar mencerminkan pengalaman organisme. Orang tersebut akan menerima seluruh pengalaman organismik tanpa kecemasan. Ia mampu berpikir secara realistis.Bila diri dan organisme tidak inkongruensi, maka individu akan merasa terancam,cemas,defensif,berfikir sempit dan kaku.

Kongruensi-inkongruensi
Dua bentuk kongruensi - inkongruensi :
a. kongruesnsi - inkongruensi antara kenyataan subyektif ( medan fenomenal ) dan kenyataan luar ( dunia apa adanya )
b. kongruensi - inkongruensi antara diri dan diri ideal . Apabila terdapat perbedaan cukup besar maka orang akan mengalami kesulitan penyesuaian diri.

Asumsi dasar 
a.Kecenderungan formatif ==> kecenderungan dari setiap hal baik secara organik maupun non organik untuk berevolusi dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks.Untuk alam semesta, terjadi sebuah proses kreatif,dan bukan proses disintegrasi.
b.kecenderungan aktualisasi diri ==> asumsi yang saling berkaitan dan relevan adalah kecenderungan aktualisasi diri, atau kecenderumgan setiap manusia untuk bergerak menuju keutuhan atau pemuasan dari potensi. Kebutuhan untuk menjadi lebih baik, berkembang, dan meraih perubahan disebut sebagai " peningkatan diri ( enhancement ).


Client Centered Therapy
 Terapi client centered dikembangkan oleh Carl Rogers sebagai reaksi terhadap psikoanalisis.Dalam terapi ini terapis berfungsi sebagai penunjang.Pertumbuhan pribadi klienmya dengan jalan membantu kliennya dalam menemukan kesanggupan - kesanggupan untuk memecajkan masalah - masalah. Pandangan tentang  manusia, Rogers menolak konsep tentang sifat manusia, yang memiliki kecenderungan - kecenderungan negatif.Memandang manusia sebagai terisolasi dan bergerak ke muka dan memiliki kebaikan yang positif.


Ciri-ciri pendekatan client-centered
 Pendekatan difokuskan pada tanggung jawab dan kesanggupan menemukan cara - cara menghadapi kenyataan secara lebih penuh.Pendekatan client- centered menekankan dunia fenomenal klien. Dengan empati yang cermat, terapis memberikan perhatian terutama pada presepsi diri klien dan presepsinya terhadap dunia.Terapis memasukkan konsep bahwa fungsi terapis adalah tampil langsung dan bisa dijangkau oleh klien serta memusatkan perhatian pada pengalaman disini dan sekarang ( here & now ).


Ciri-ciri orang yang bergerak ke arah aktualisasi
 a. keterbukaan terhadap pengalaman , yaitu menjadi lebih sadar terhadap kenyataan sebagaimana kenyataan itu hadir diluar dirinya.
b. kepercayaan terhadap organisme itu sendiri , yaitu membantu klien membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan diri untuk mengarahkan hidupnya sendiri.
c. tempat evaluasi internal , yaitu lebih banyak mencari jawaban - jawaban kepada diri sendiri, mengganti persetujuan dari orang lain dengan persetujuan diri sendiri.
d. kesediaan untuk menjadi suatu proses, yaitu klien menjadi sadar bahwa pertumbuhan adalah suatu proses berkesinambungan ( bukan diri menjadi suatu produk ).

Kesimpulan 
 Manusia dan hewan memiliki kecenderungan aktualisasi, yaitu prediposisi untuk bergerak menuju keutuhan dan pemuasan.Aktualisasi diri berkembang setelah manusia mengembangkan sistem diri dan merujuk pada kecenderungan tersebut untuk bergerak menuju menjadi manusia yang berfungsi sepenuhnya.Hambatan atas pertumbuhan psikologis terjadi saat seseorang mengalami penghargaan bersyarat ,inkongruensi ,sikap defensif,dan disorganisasi.Secara teoristis ,klien yang sukses akan menjadi manusia masa depan atau manusia yang berfungsi sepenuhnya.

Sumber :

Jess, G. (2017 ). Teori Kepribadian Edisi 8. Jakarta: Salemba Humanika.
Supratiknya ( 1993 ), psikologi kepribadian 2, Yogyakarta : Kanisius
 http://ebook.repo.mercubuana-yogya.ac.id/Kuliah/materi_20132_doc/Elearning_carl%20rogers_11042014%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf, senin: 25/09/1


0 comments:

Post a Comment