10.6.17

Review Jurnal : PROFIL KEPRIBADIAN DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING CAREGIVER SKIZOFRENIA

Review Jurnal : PROFIL KEPRIBADIAN DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING CAREGIVER SKIZOFRENIA
Siti Asmaul Husna
153104101111
Psikologi Abnormal
Skizofrenia adalah gangguan mental kronik, pervasif dan bersifat kambuhan yang umumnya menyerang pada usia produktif dan merupakan penyebab utama disabilitas kelompok usia 15-44 tahun (Davison, 2010). Gejala-gejala yang ditampilkan penderita skizofrenia menyebabkan mereka dianggap sebagai orang yang aneh dan dipandang lebih negatif dibandingkan dengan gangguan mental lainnya (Gonza’lez-Torres, Oraa, Maialen, Aranzazu dan Guimon, 2007). Perlakuan negatif terhadap penderita skizofrenia menyebabkan munculnya simtom depresi yang memungkinkan penderita melakukan upaya bunuh diri. Sedangkan Caregiver adalah seseorang baik yang dibayar ataupun yang sukarela bersedia memberikan perawatan kepada orang lain yang memiliki masalah kesehatan dan keterbatasan dalam merawat dirinya sendiri, dimana bantuan tersebut meliputi bantuan untuk kehidupan sehari-hari, perawatan kesehatan, finansial, bimbingan, persahabatan serta interaksi sosial (Schulz & Quittner, 1998; Swanson, dkk., 2009; Awad Voruganti, 2001). Caregiver bisa juga dari anggota keluarga penderita skizofrenia. Menurut Goode ( 2007), keluarga merupakan sebuah sistem terbuka, yang berarti suatu perubahan atau gangguan pada salah satu bagian dari sistem tersebut dapat mengakibatkan perubahan atau gangguan pada seluruh sistem. Hal ini berarti, saat salah satu anggota keluarga menderita skizofrenia, maka seluruh keluarga ikut merasakan dampak negatifnya. Menurut Schwartz dan Gidron (2002), keluarga penderita skizofrenia merasakan beban (burden) yang berbeda dengan keluarga lain pada umumnya. Burden itu sendiri merupakan beban fisik dan mental yang dialami oleh keluarga sebagai primary caregiver dari penderita skizofrenia (Fausiah, 2005).
Beban caregiver bertambah karena simtom-simtom gangguan yang dimunculkan cukup menganggu. Adapun karakteristik simtom yang muncul digolongkan dalam Simtom positif yaitu, tanda-tanda yang berlebihan, yang biasanya pada orang kebanyakan tidak ada, namun pada pasien skizofrenia justru muncul, berupa waham dan halusinasi. Simtom negatif adalah simtom yang defisit, yaitu perilaku yang seharusnya dimiliki oleh orang normal, namun tidak dimunculkan oleh pasien berupa avolition (hilangnya energi), alogia (miskin kuantitas isi pembicaraan), anhedonia (ketidakmampuan untuk memperoleh kesenangan), abulia (berkurangnya impuls untuk bertindak atau berpikir, tidak mampu memikirkan konsekuensi dari tindakan), asosialitas (gangguan yang buruk dalam hubungan sosial), afek datar dan afek yang tidak sesuai.
Readaptasi caregiver skizofrenia merupakan hal yang penting untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan mental caregiver, kemampuan menyeimbangkan antara emosi negatif dengan emosi positif diperlukan agar tetap dapat memperoleh kesejahteraan psikologis (psychological well-being) yang baik. Psychological Well-Being merupakan konsep yang berkaitan dengan kriteria kesehatan mental yang positif. Menurut Corsini (2002), pengertian well-being adalah suatu keadaan subyektif yang baik, termasuk kebahagiaan, self-esteem, dan kepuasan dalam hidup, sedangkan menurut Ryff (1995), kesejahteraan psikologis (psychological well-being) adalah kondisi seseorang yang bukan hanya bebas dari tekanan atau masalah-masalah mental saja, tetapi lebih dari itu, yaitu kemampuan seseorang menerima diri sendiri maupun kehidupannya di masa lalu), pengembangan diri atau pertumbuhan diri, keyakinan bahwa hidupnya bermakna dan memiliki tujuan, memiliki kualitas hubungan positif dengan orang lain, memiliki kapasitas untuk mengatur kehidupannya dan lingkungannya secara efektif, dan kemampuan untuk menentukan tindakan sendiri. Caregiver skizofrenia harus terus didorong untuk dapat meningkatkan pengetahuannya terkait dengan tugasnya yang berperan sebagai “model” yang dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita skizofrenia maupun kualitas hidup caregiver itu sendiri (Bookwala dan Schulz, 1998; Jang et al., 2004; Helmes et al., 2005).

Sumber : Nainggolan. J.Nora, Hidajat L. Lidia. Jurnal Soul, Vol .6, No. 1, Maret 2013

0 comments:

Post a Comment