8.6.17

REVIEW JURNAL: PERSEPSI TUBUH DAN GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PEREMPUAN

REVIEW JURNAL: PERSEPSI TUBUH DAN GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PEREMPUAN
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Abnormal

Banyak remaja yag merasa kurang puas dengan penampilan dirinya apalagi remaja perempuan yang cenderung lebih memperhatikan penampilan. Hal tersebut kemudian menyebabkan konsep persepsi tubuh yang buruk (negatif) yang dapat menimbulkan dorongan untuk menjadi kurus. Tekanan untuk menjadi kurus lagi dalam pikiran akan menyebabkan adanya ketidakpuasan terhadap tubuh, akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang dan meningkatnya kasus gangguan makan. 
    Gangguan makan merupakan masalah utama remaja yang ditandai dengan perubahan perilaku makan yang kurang baik, persepsi negatif tentang bentuk tubuh dan pengaturan berat badan yang kurang tepat (Ando et al., 2007 dalam Kurniawan, M.Y., & Briawan, D., 2014). Gangguan makan atau Bulimia Nervosa ialah Bulimia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “lapar seperti sapi jantan”. Gangguan ini mencakup episode konsumsi sejumlah besar makanan secara cepat, diikuti dengan perilaku kompensatori, seperti muntah, puasa, atau olahraga berlebihan, untuk mencegah bertambahnya berat badan. (Nur’aeni, 2014). 
      Penerimaan sosial atau pengakuan dari orangtua dan teman sebaya akan mempengaruhi persepsi tubuh seorang remaja, sehingga peran orangtua dan teman sebaya akan menimbulkan evaluasi  terhadap penampilan, terutama pada remaja. Remaja putri lebih kurang puas dengan keadaan tubuh dan memiliki lebih banyak persepsi tubuh yang negatif dibandingkan dengan remaja putra (Khan et al., 2011 dalam Kurniawan, M. Y., & Briawan, D., 2014). Remaja putri lebih menggunakan perasaan dan memperhatikan apa yang dibicarakan orang sekitar tentang bentuk tubuhnya, sehingga hal tersebut yang memicu persepsi tubuh yang negatif
    Berbagai cara dilakukan remaja agar mendapatkan tubuh yang ideal dan terlihat menarik. Diet merupakan salah satu cara yang dipilih dan dilakukan remaja. Pembatasan mengkonsumsi jenis makanan tertentu untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Diet ketat dengan membatasi konsumsi makanan akan menyebabkan adanya gangguan makan. Gangguan makan dapat dihindari apabila kita tidak melakukan diet ketat. Remaja masih dalam masa pertumbuhan sehingga apabila remaja merasa berat badannya tidak ideal dapat mengurangi berat badannya dengan berolahraga yang teratur dan mengatur pola makan yang baik dan seimbang. Remaja yang mempunyai aktivitas yang banyak juga membutuhkan nutrisi yang baik dan seimbang, sehingga olahraga yang teratur adalah pilihan tepat untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal dan proporsional dan selalu ada berpersepsi positif terhadap tubuh. 

Daftar Pustaka: 

Nur’aeni, Yeni. (2014). Gangguan Makan-Bulimia Nervousa. http://www.kompasiana.com/yeninuraeni/gangguan-makan-bulimia-nervousa_552fef626ea834806d8b45a0. Diakses tanggal 3 Juni 2017.

Kurniawan, Moh. Y., & Briawan, Dodik. (2014). Persepsi Tubuh dan Gangguan Makan Pada Remaja. Jurnal Gizi dan Pangan, Vol.9, No.2, Juli 2014, 9(2): 103-108. ISSN 1978-1059. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/download/8728/6809. Diakses tanggal 3 Juni 2017. 

0 comments:

Post a Comment