8.6.17

REVIEW JURNAL: PENGARUH PEMBACAAN DAN PEMAKNAAN AYAT-AYAT ALQUR’AN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA SANTRIWATI

REVIEW JURNAL: PENGARUH PEMBACAAN DAN PEMAKNAAN AYAT-AYAT ALQUR’AN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA SANTRIWATI
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Abnormal

Setiap individu pasti pernah mengalami kecemasan, baik kecemasan tingkat rendah, sedang dan berat. Santriwati Aliyah di Pondok Pesantren Ar-Rohmah terbukti mengalami kecemasan tingakat sedang dan berat setelah dilakukan survei, wawancara dan observasi dalam jangka waktu tertentu. Hasil penelitian menjelaskan bahwa santriwati menganggap masalah yang dihadapi sebagai ancaman yang berbahaya bagi dirinya, sehingga mereka terfokus pada bahaya yang dianggap mengancam. Mereka semakin merasa tidak mampu menghindari bahaya. Santriwati juga memiliki masalah kurang percaya diri dan masaah ekonomi, buruk, dan tidak disukai sehingga mereka memandang masa depan mereka akan gagal dan suram. Ada juga yang memiliki hambatan untuk mengungkapkan perasaan kepada orang lain. Hal-hal tersebut yang menyebabkan kecemasan pada santriwati.
     Pembacaan dan pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an terbukti memilki pengaruh terhadap penurunan kecemasan pada santriwati Aliyah Ar-Rohmah yang mengalami kecemasan. Hal tersebut terjadi karena dengan pembaca dan memaknai ayat-ayat Al-Qur’an dapat memberikan ketenangan, mengalami rekonstruksi kognitif sehingga memiliki pemahaman yang tepat dalam menilai permasalahan dan mendapatkan insight dari makna kandungan Al-Qur’an.
    Menurut Hawari (2001 dalam Mar’ati, R., & Chaer, M.T., 2016), kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir yang mendalam dan berkelanjutan, kemampuan dalam menilai realitas tidak terganggu, dan kepribadian juga masih utuh. Kecemasan dianggap abnormal jika kecemasan terjadi dalam situasi yang sebagian besar orang dapat menanganinya tanpa kesulitan yang berarti (Atkinson, 2003 dalam Mar’ati, R., & Chaer, M.T., 2016). Anxietas dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang jelas (dari luar individu), yang sebenarnya pada saat kejadian ini tidak membahayakan (Maslim, 2013).
     Faktor-faktor penyebab kecemasan adalah faktor bilogis (gen), faktor psikologis (kognitif, afektif dan psikomotorik) dan faktor sosial yait peristiwa yang menimbulkan stres yang memicu kerentanan terhadap kecemasan (al-Zahrani, 2005; Duran & Barlow, 2006; Nevid, 2005; Safaria & Saputra, 2009 dalam Mar’ati, R., & Chaer, M.T., 2016).
   Kecemasan dapat ditangani apabila setiap individu memiliki mekanisme coping yang baik. Mekanisme coping dapat dilakukan santriwati melalui tiga cara yaitu, fokus pada masalah, kognitif maupun emosi. Individu dapat menyesuaikan sesuai kemampuan dirinya. Terpenting adalah bertujuan untuk menyelesaikan masalah tidak untuk menghindari atau lari dari masalah sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, perlu adanya komunikasi yang intensif dan kondusif antara berbagai elemen di lingkungan sekolah dan perlu adanya penanganan kecemasan secara berkesinambungan agar kecemasan dapat menurun. 

Daftar Pustaka:

Mar’ati, Rela & Chaer Moh, T. (2016). Pengaruh Pembacaan dan Pemaknaan Ayat-Ayat Alqur’an Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Santriwati. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 1 No. 1, November 2016: 30-48. ISSN: 2502-9367. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwikpNqIuKTUAhUIqo8KHXvYCA4QFggiMAA&url=http%3A%2F%2Fjournal.walisongo.ac.id%2Findex.php%2FPsikohumaniora%2Farticle%2Fview%2F966&usg=AFQjCNHW_g6UxUL3g85JofR_AHnNsyyJvA&sig2=fPvoSo46A7u3fzOtVjtz-Q. Diakses tanggal 3 Juni 2017.

Maslim, Rusdi. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM V. PT Nuh Jaya. Jakarta. 

0 comments:

Post a Comment