8.6.17

REVIEW JURNAL: META-ANALISIS GENDER DAN DEPRESI PADA REMAJA

REVIEW JURNAL: META-ANALISIS GENDER DAN DEPRESI PADA REMAJA
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Abnormal

    Depresi dapat diartikan sebagai salah satu gangguan psikologis dengan ciri adanya perasaan sedih atau kekosongan mendalam. Orang yang depresi biasanya merasa bahwa mereka seolah masuk ke dalam lubang yang dalam, gelap, dan sulit untuk keluar dari sana (Arjadi, 2015). Ciri-ciri dari depresi sebagai berikut, merasa tertekan, kehilangan minat beraktivitas, nafsu makan atau berat badan terganggu, merasa lelah atau tidak berenergi, merasa tidak berharga atau bersalah, sulit berpikir atau berkonsentrasi, dan berpikir tentang kematian atau mencoba bunuh diri (Maslim, 2013). Depresi pada remaja banyak dikaitkan dengan gender.
   Penelitian meta analisis gender dan depresi pada remaja ini menggunakan sumber data base elektronik dari internet. Data dari jurnal yang diambil mulai dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2006 yang berjumlah 14 artikel yang mengukur perbedaan depresi berdasarkan gender. 
Perbedaan tingginya jumlah penderita depresi pada remaja perempuan dan laki-laki pada dasarnya telah nampak sejak memasuki periode usia remaja tengah. Menurut Pettersen et al., (1991 dalam Darmayanti, 2015), ada tiga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan gender dalam depresi, yaitu karakteristik dari gender itu sendirri, sumber-sumber untuk mengatasi masalah, dan kejadian-kejadian menekan yang dialami remaja laki-laki dan perempuan. 
    Menurut Nolen-Hoeksema dan Girgus dalam Davison & Neale, 2001 dalam Darmayanti, 2015), ada tiga faktor penyebab perempuan cenderung lebih depresif dibanding laki-laki, yaitu perempuan kurang asertif dan cenderung memiliki skor rendah dalam kemampuan kepemimpinan daripada anak laki-laki, anak perempuan lebih sering menggunakan coping ruminatif dibandingkan dengan anak laki-laki, dan anak perempuan kurang dominan, kurang agresif baik secara fisik maupun verbal dalam berinteraksi dengan kelompoknya.
    Gender apapun tidak menutup kemungkinan mengalami depresi yang membedakan adalah tingkat depresinya. Terpenting dan utama adalah bagaimana cara kita mengatasinya. Cara mengatasi depresi berbeda-beda, apalagi yang sudah bersifat kronis sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Tetapi ada juga cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan sendiri, misalnya beribadah, berolahraga secara teratur, melakukan aktivitas yang kita suka (bersifat positif), selalu berpikiran positif dan mampu bercerita kepada orang lain tentunya orang yang terdekat dengan kita dan dapat dipercaya. Apabila cara-cara tersebut dapat kita lakukan semoga depresi yang kita alami dapat tertangani dengan baik. Semakin cepat tertangani akan semakin baik. 

Daftar Pustaka: 

Arjadi, Retha. (2015). Apakah Saya Depresi? Kenali Tanda-Tandanya. http://lifestyle.kompas.com/read/2015/02/05/100320523/Apakah.Saya.Depresi.Kenali.Tanda-tandanya. Diakses tanggal 3 Juni 2017.

Darmayanti, Nefi. (2015). Meta-Analisis Gender Dan Depresi Pada Remaja. Jurnal Psikologi. Vol. 35, No.2: 164-180. Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. ISSN: 0215-8884. https://www.google.co.id/search?q=download+jurnal+true+eksperimen+psikologi+2016+pdf&oq=download+jurnal+true+eksperimen+psikologi+2016+pdf&aqs=chrome..69i57.20629j0j8&sourceid=chrome&ie=UTF-8#. Diakses tanggal 3 Juni 2017. 

Maslim, Rusdi. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM V. PT Nuh Jaya. Jakarta. 

0 comments:

Post a Comment