11.6.17

Resensi Artikel : Aksi Korporasi Pangan





Nama               : Meissy Bella Sari
NIM                : 16.310.410.1143
Mata Kuliah     : Psikologi Industri dan Organisasi 
Judul artikel      : Aksi Korporasi Pangan
Nama penulis    : Andreas Maryoto
Nama penerbit : Kompas
                                                            Tanggal terbit    : 29 April 2017



Sejak tiga tahun belakangan ini, genomena meger dan akuisisi khususnya di industry pangan sangat marak. Perubahan politik dan ekonomi global serta aturan-aturan mikro di berbagai Negara bisa memperbanyak, tetapi bisa pula menekan jumlah aksi korporasi itu sendiri. Derestan aksi korporasi menambah panjang merger dan akusisi insdustri pangan global yang mulai sejak tiga tahun lalu. The Food Institute, lembaga nirbala yang mengumpulkan dan mendeseminasi informasi pangan, mencatat aksi korporasi di industri pangan 2014 mencapai 510 buah dari sebelumnya yang hanya mencapai 279. Setahun kemudian jumlah merger dan akuisisi berkurang, tetapi muncul kesepakatan bisnis yang tergolong besar, yaitu merger antara Kraft Foods dan Hj Heinz Co. Penyebab dari aksi korporasi adalah kondisi keuangan peruahaan, beberapa perusahan menilai kondisi keuangan mereka berat karena laba operasi lebih rendah dibandingkan pesaingnya sehingga mereka tidak bisa berkompetisi di pasar.
            Kelebihan pada artikel ini memberikan penjelasan mengenai arti dasar dari makna kata korposisi sehingga membuat pembaca bisa memahami maksud dari artikel ini dan juga pembahsan yang diangkat merupakan permasalahan global dimana bisa membantu para masyarakat untuk bisa tau dan memahami permasalahan ini.
Kesimpulan pada artikel ini korporasi pangan global membutuhkan strategi khusus untuk melakukan aksi koprorasi ditengah berbagai perubahan politik-ekonomi global. Sangat mungkin perusahaan-perusahaan seperti Indonesia malah menjadi incaran meski nilai asetnya tidak besar.



0 comments:

Post a Comment