10.6.17

PERANAN DAYA TARIK FISIK TERHADAP PERASAAN CINTA PADA LELAKI YANG MEMILIKI WANITA DENGAN TUNANETRA



PERANAN DAYA TARIK FISIK TERHADAP PERASAAN CINTA PADA LELAKI YANG MEMILIKI WANITA DENGAN TUNANETRA
Oleh : Subur Triyono
15.310.410.1119
Psikologi abnormal



 Penampilan fisik mempengaruhi berbagai jenis evaluasi interpersonal, termasuk rasa suka, penilaian terhadap bersalah dan tidak bersalah di pengadilan dan bahkan nilai yang diberikan kepada suatu esai. Dan orang berespon lebih positif kepada bayi yang menarik daripada bayi yang tidak menarik. Meskipun laki-laki dan perempuan responsif terhadap daya tarik seseorang calon pasangan kencan, kekasih, maupun pasangan hidup, daya tarik perempuan lebih penting bagi laki-laki daripada daya tarik laki-laki bagi perempuan. Banyak studi, baik di Amerika maupun di tempat lain di dunia ini, telah meneliti topik ini dan temuannya menunjukkan bahwa keindahan atau kecantikan memang penting dalam kehidupan sosial (Baron dan Byrne, 2005).
Jika dilihat dari faktor-faktor dari daya tarik fisik itu sendiri, terdapat beberapa faktor yang dapat membuat orang tertarik terhadap pasangannya (dalam Sears D.O at al, 1985), yaitu: (a) situasional, (b) faktor personal atau pribadi, (c) kehangatan, (d) kesamaan.
Dilihat dari sisi teorinya, terdapat beberapa teori yang bisa menjelaskan mengapa manusia bisa saling tertarik satu dengan yang lain, yaitu: (a) teori kognitif, (b) teori penguatan, (c) teori interaksionis.
Perasaan cinta adalah suatu perasaan emosi yang bersifat positif yang
memiliki pengaruh positif juga bagi individu (Dariyo, 2008). Shaver (dalam Baron & Byrne, 2005) mendefinisikan cinta adalah reaksi emosional yang sama
dikenalnya dan sama mendasarnya dengan rasa marah, kesedihan, kegembiraan, dan rasa takut. Sedangkan dalam kamus psikologi, cinta (love) didefinisikan sebagai suatu perasaan kuat penuh kasih sayang atau kecintaan terhadap seseorang, biasanya disertai satu komponen seksual (Chaplin, 2005).
Ellen Bercheid(Santrock, 2003) seorang peneliti yang meneliti tentang cinta mengatakan bahwa cinta itu terdiri dari dua jenis, yaitu: (a) cinta romantic, (b) cinta kasih sayang. Selanjutnya Baron & Byrne (dalam Dariyo, 2008) dan Hendrick & Hendrick (dalam Diana, 1995), mengemukakan jenis-jenis cinta, yaitu: (a) Eros, (b) storge, (c) ludus, (d) pragma, (e) philia, (f) agape.
Sternberg memiliki teori tentang cinta yang lebih dikenal dengan Teori Segitiga Cinta (The Triangular of Love). Dalam teori segitiga cintanya, Sternberg mengatakan bahwa cinta terdiri dari tiga komponen, yaitu intimacy

Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsini. (2002). ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktek. Jakarta: RivoliaCipta.
Baron, R.A, & Byrne, D. (2004). Psikologi social edisi kesepuluh jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Basuki, A.M.H. (2006). PenelitianKualitatifuntukIlmu-ilmuKemanusiaandanBudaya. Jakarta: PenerbitGunadarma.
Buss, D.M, & Kenrick,D.T. (1998). Evolutionary Social Psychology. In D.T. Gilbert, S..Fiske & G. Lindzey (Eds.), handbook of social psychology. Boston: McGraw-Hill.
Buss, D.M., Shackelford, T.K., Kirkpatrick, L.A., & Larsen, R.J. (2001). A half century of mate preferences: The cultural evolution of values. Journal of marriage and family, 63, 491-503.

0 comments:

Post a Comment