9.6.17

PENYIMPANGAN SEKS (PEDOFILIA)

PENYIMPANGAN SEKS (PEDOFILIA)

Deliana Vicria Nurachyani
153104101096
Psikologi Abnormal

    Pedofilia adalah orang dewasa yang berulangkali melakukan tindakan seksual dengan
anak prepubertas. Pedofilia dapat diklasifikasikan dalam beberapa macam. Pembagian terluas dari pelaku pelecehan seksual terhadap anak adalah berdasarkan jenis kelamin korban. Pedofilia yang memiliki obyek seksual anak dengan jenis kelamin yang berbeda disebut sebagai pedofilia heteroseksual (heterosexual pedhopile), sedangkan pedofilia yang tertarik
terhadap anak dengan jenis kelamin yang sama disebut sebagai pedofilia homoseksual (homosexual pedhopile).
    Pada suatu masyarakat yang memaafkan beberapa cara mencapai kepuasan seksual dan menghukum cara-cara lainnya dengan pengasingan atau pengurungan, penyimpangan dari metode yang diizinkan oleh masyarakat tersebut berkembang karena faktor pencegah tertentu yang menghalangi individu dari melakukan kepuasan seksual dengan metode tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah: (1) kekhawatiran berinteraksi sosial dengan wanita, (2) kemampuan sosial yang tidak adekuat, dan (3) ketidakmampuan terangsang secara seksual oleh wanita dewasa. Jika terdapat salah satu faktor tersebut dalam keadaan yang ekstrim, hal itu dapat mencegah perkembangan perilaku seksual normal seseorang. Jika kecemasan, ketidakmampuan sosial, atau ketidakmampuan akan rangsangan tidak berat, seseorang dapat mengalami penyesuaian seksual yang cukup atau kecil, meskipun cukup rentan terhadap tekanan lingkungan. Pada kasus lain, seorang individu dapat melakukan penyesuaian seksual yang memuaskan yang dihambat oleh munculnya salah satu faktor pencegah di kemudian hari.
Walaupun ketidakmampuan membentuk hubungan seksual yang normal dengan wanita dewasa tidak selalu mengarahkan kepada pe
rilaku psdofilik, hal itu meningkatkan kemungkinan pemikiran alternatif penyaluran seksual.
    Berdasarkan penjelasan ditas bahwa tanpa memperhatikan alasan seseorang melakukan kontak seksual dengan anak kecil, namun mengingat hal ini dapat memberikan pengalaman yang memuaskan, pelecehan seksual dan perilaku seksual terhadap anak-anak memiliki kecenderungan kuat untuk berulang. Fantasi seksual tentang anak kecil dapat memicu pelecehan seksual. Pemuasan seksual terhadap fantasi dalam hal ini akan mempengaruhi pola pelecehan. Pola pelecehan seksual terhadap terhadap anak-anak cenderung berkembang pada individu yang memiliki sosialisasi yang bervariasi maupun pada individu yang memiliki kekurangan dalam menjalin hubungan dengan perempuan dewasa. Walaupun perilaku ini dapat ditemukan bersamaan dengan pola seksual yang normal namun hal ini sangat jarang ditemukan mengingat penyimpangan yang terjadi merupakan konsekuensi dari penghukuman terhadap diri sendiri. Menurut Mees pelaku pelecehan seksual sering melakukan perilaku seksual yang berulang baik berupa perilaku seksual normal maupun menyimpang. Berdasarkan penelitian, gambaran pedofilia didapatkan melalui karakteristik psikologi dan sosialnya disertai dengan ofensi alami yang ia miliki.

Daftar Pustaka :
Khaidir, Masrizal. 2007. Penyimpangan Seks (Pedofilia). Jurnal Kesehatan Masyarakat. Sumatera Barat : Universitas Andalas

0 comments:

Post a Comment