9.6.17

GAMBARAN PERILAKU PASIEN DENGAN WAHAM PARANOID DI UNIT INTERMEDIATE RUMAH SAKIT JIWA Dr. SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA BARAT, 2014

 GAMBARAN PERILAKU PASIEN DENGAN WAHAM PARANOID DI UNIT INTERMEDIATE RUMAH SAKIT JIWA Dr. SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA BARAT, 2014

Deliana Vicria Nurachyani
153104101096
Psikologi Abnormal


Waham paranoid adalah kecurigaan yang berlebihan dan tidak rasional dimana pasien yakin bahwa ada seseorang atau kelompok orang yang berusaha merugikan atau mencurigai dirinya. Secara umum Waham Paranoid terlihat lebih normal dibandingkan dengan waham yang lainnya. Terutama pasien dengan Waham Paranoid mampu mengendalikan diri, mampu bekerja dan bersosialisasi secara umum atau wajar. Waham Paranoid cenderung berpotensi melakukan tindakan perilaku kekerasan. Menurut APA (American Association Psychiatric) pada tahun 2000 menyebutkan bahwa kelompok individu yang di diagnosa mengalami skizofrenia mempunyai insiden yang lebih tinggi untuk mengalami perilaku kekerasan (APA, 2000 dalam Sadino,2007). Dari
survei yang dilakukan oleh The National Institute of Mental Nursing Health’s Epidemiologic Catchment Area terhadap 10.000 orang yang pernah melakukan melakukan perilaku kekerasan ditemukan 12,7% skizofrenia, 11,7% gangguan depresi berat. (Kaplan & Saddock, 1995 dalam Keliat, 2003). Jumlah pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan berdasarkan riwayat kekerasan didapatkan bahwa pasien yang memiliki riwayat kekerasan baik sebagai pelaku, korban, atau saksi lebih banyak yaitu 62,5% dari 72 responden yang diteliti, bahwa perilaku kekerasan banyak ditemukan pada pasien dengan skizofrenia.(Dyah, 2009).
 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah penderita skizofrenia paranoid masih cukup tinggi, dan tipe skizofrenia paranoid dengan gejala waham paranoid yang paling menonjol dengan waham curiga yang diderita. Waham paranoid dianggap sebagai gangguan jiwa yang tidak menyebabkan kematian secara langsung namun beratnya gangguan menyebabkan suatu individu atau pasien menjadi tidak produktif dan tidak efisien. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap perilaku pasien dengan waham paranoid di unit intermediate.
Pasien dengan waham paranoid memiliki perilaku yang agresif. Perawat atau keluarga mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan mereka karena kecurigaan pasien yang tinggi menimbulkan tindakan kekerasan yang biasa dilakukan pasien untuk melawan dan melindungi dirinya.

Berdasarkan data diatas dapat diberikan saran bahwa bagi Penelitian Keperawatan Jiwa melakukan pengembangan penelitian kualitatif dengan topik yang sama namun lebih ditekankan pada metode pengumpulan data grounded research sehingga dapat memperkuat hasil yang akan didapatkan terkait perilaku pasien waham paranoid. Melakukan penelitian gambaran perilaku pasien waham paranoid di unit akut untuk mendapatkan data yang akurat dan keefektifan data tentang perilaku pasien. Melakukan pengembangan penelitian tentang perilaku pasien dengan waham paranoid yang di rawat oleh pihak keluarga secara sendiri tanpa adanya bantuan dari petugas medis dan stigma dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya.  Dan bagi Informan Penelitian Waham Paranoid. Peneliti menyarankan agar informan untuk teratur dalam mengkonsumsi obat dan menerapkan koping mekanisme yang sudah di ajarkan oleh petugas kesehatan selama masa perawatan serta berfokus dalam pengobatan tanpa adanya pikiran lainnya yang mengganggu proses kesembuhan. Dan bagi Perawat di Unit intermediate. Meningkatkan dan mempertahankan pelayanan yang diberikan selama masa perawatan dan rehabilitasi untuk kesembuhan pasien. Meningkatkan komunikasi yang efektif untuk proses penyembuhan pasien selama

Daftar pustaka :
Lestari, Trini puji, Mochsudin, Wilhelmus Hary Susilo. 2014. Gambaran Perilaku Pasien Dengan Waham Paranoid di Unit Intermediate Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta Barat,2104. Artikel Ilmiah. Jakarta : Program Studi Keperawatan STIK SINT Carolus

0 comments:

Post a Comment