10.6.17

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERILAKU DIET TIDAK SEHAT PADA WANITA USIA DEWASA AWAL STUDI KASUS PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MULAWARMAN



FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERILAKU DIET TIDAK SEHAT PADA WANITA USIA DEWASA AWAL
STUDI KASUS PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MULAWARMAN
Oleh : Subur Triyono
15.310.410.1119
Psikologi abnormal
Setiap orang ingin memiliki tubuh yang sehat, bentuk tubuh serta berat badan yang ideal. Hal ini selain karena alasan kesehatan, bentuk tubuh serta berat badan juga sering mempengaruhi penampilan seseorang. Penampilan merupakan suatu hal yang sering kali mendapat perhatian khusus, dan setiap individu berusaha agar penampilanya terlihat sempurna di lingkungan sosialnya. Hal ini sangat wajar, mengingat salah satu dari lima kebutuhan dasar manusia menurut maslow adalah kebutuhan akan penghargaan diri. Jika kebutuhan harga diri dan penghargaan dari orang lain tidak terpenuhi, individu tersebut akan merasa tidak berdaya dan merasa rendah diri atau minder (Alwisol, 2009).
Seorang mahasiswi dengan citra tubuh yang kurang baik, kemampuan untuk dekat dengan lingkungan sosialnya menjadi terhambat sehingga mereka akan menarik diri dari atau menjadi pribadi yang tertutup dan sibuk dalam mengontrol berat badanya. Tugas perkembangan yang harusnya terselesaikan pada fase dewasa awal ini menjadi tertunda dan dapat memberi dampak buruk pada fase perkembangan selanjutnya. Jika mahasiswi terlalu sibuk dalam mengontrol berat badanya akan banyak kesempatan besar yang dilewatkanya, yaitu kesempatan membuat banyak relasi sosial atau teman, serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang akademis maupun non-akademis yang berguna bagi masa depanya (Notoadmojo,2005).
Hal yang umum dilakukan oleh wanita, khususnya mahasiswi dalam menjaga penampilanya adalah dengan pengaturan pola makan. Mahasiswi adalah salah satu golongan pada usia dewasa awal. Pada fase usia dewasa awal menurut (Papalia, 2008) berada pada usia 20 sampai 40 tahun. Tugas perkembangan pada fase ini adalah mulai bekerja, memilih pasangan, mulai membina keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga, mengambil tanggung jawab sebagai warga negara, dan mencari kelompok sosial yang menyenangkan.
Fase pertumbuhan dan perkembangan pada tubuh manusia sebenarnya di mulai dari usia remaja awal hingga remaja akhir. Kebanyakan individu menganggap dirinya telah menyelesaikan perkembangan fisik pada masa remaja mereka, namun faktanya bahwa tubuh terus mengalami perubahan sampai mati, sehingga mahasiswi yang mengalami ketidakpuasaan pada penampilan fisiknya akan menghabiskan banyak waktu dan pikiran untuk memperbaiki penampilan mereka (Hurlock, 2006).
Banyak dari mahasiswi yang berusaha agar penampilanya terlihat sempurna di lingkungan sosialnya . Hal ini sangat wajar, mengingat salah satu dari 5 kebutuhan dasar manusia menurut maslow adalah kebutuhan akan penghargaan diri. Jika kebutuhan harga diri dan penghargaan dari orang lain tidak terpenuhi, orang tersebut akan merasa tidak berdaya dan merasa rendah diri atau minder (Alwisol, 2009).

Salah satu upaya upaya untuk menurunkan berat badan yang popular dikalangan mahasiswi saat ini adalah perilaku diet. Diperkirakan sekitar (73%) mahasiwi melakukan diet untuk menurunkan berat badan mereka (Chase, 2001). Diet adalah usaha sadar orang dalam membatasi dan mengontrol makanan yang akan dimakan dengan tujuan untuk mengurangi atau mempertahankan berat tubuh (Anita Kamal, 2012). Perilaku diet yang sering dilakukan ada yang sehat dan ada juga yang tidak sehat. Perilaku diet yang sehat sehat yaitu meningkatkan olahraga, mengkonsumsi buah dan sayur, mengurangi makanan yang berlemak, tidak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet buatan, tinggi kadar gula, dan makan siap saji.
Sedangkan perilaku diet yang tidak sehat antara lain memuntahkan makanan yang sudah dimakan, menggunakan pil diet, menekan nafsu makan, menggunakan obat pencuci perut, menggunakan diuretic atau obat yang bisa memperbanyak air kencing (French dkk,2000).
Diet yang ditempuh mahasiswi sering kali tidak diperhitungkan dampak negatifnya. Hal ini disebabkan karena keinginan mahasiswi dalam melakukan diet tidak melalui bimbingan seorang ahli seperti dokter dan ahli gizi. Diet yang ditempuh mahasiswi sering tidak sesuai dengan aturan kesehatan, mereka hanya memikirkan bagaimana menjadi kurus dengan cepat dan mudah tanpa melihat akibat yang akan ditimbulkan oleh diet yang dilakukan (Wirakusumah,2001).
faktor pendorong die tidak sehat pada mahasiswi usia dewasa awal di Universitas Mulawarman ditemukan bahwa pada subyek pertama dietmukan faktor internal yang dominan mendorong perilaku diet tidak sehat karena persepsi ketidakpuasan pada penampilan, sedangkan faktor eksternal yang dominan mendorong perilaku diet tidak sehat karena pengaruh dari lingkungan sosial. Pada subyek kedua faktor internal yang dominan mendorong perilaku diet tidak sehat motivasinya yang takut memiliki tubuh yang gemuk, sedangkan faktor eksternal yang dominan mendorong perilaku diet tidak sehat karena pengaruh dari lingkungan sosial

Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: RivoliaCipta.
Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Anita, Kamal. 2012. Cara Benar Diet. Yogyakarta: Laras Media Prima.
Azwar, S. 2005. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Basuki, A.M.H. 2006. Penelitian Kualitatif untuk Ilmu - ilmu Kemanusiaan dan Budaya. Jakarta: Gunadarma.
Beck, M.E. 2006. Ilmu Gizi dan Diet. (Terjemahan Hartono dan Kristiyani) Yogyakarta : Liberty

0 comments:

Post a Comment