17.5.17

PULAU JAWA ANTARA BANJIR DAN KEKERINGAN

PULAU JAWA ANTARA BANJIR DAN KEKERINGAN
Oleh : Hanafi ( 153104101095) Psikologi Lingkungan

EDUKASI PROGRAM KONSERVASI TANAH & AIR MELALUI PEMBUATAN LUBANG BIOPORI DI LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SARANA MITIGASI BENCANA BANJIR DAN KEKERINGAN

KabarIndonesia – Kondisi lingkungan alam Pulau Jawa benar-benar mengalami kerusakan, saat musim kemarau berlangsung hampir segalanya menjadi kering kerontang. Tapi begitu musim hujan tiba, banjir menghancurkan segalanya, sebenarnya permasalahan ini bisa diprediksi dan diantisipasi sekaligus melakukan langkah-langkah dan program mitigasi yang sistimatis yang bisa dipertangungjawabkan secara ilmiah untuk mencegah eskalasi kerugian yang lebih besar.
Sekarang ini hampir tiap hari kita mendengar dan melihat melalui media elektronika dan membaca melalui media cetak tentang bencana banjir yang menyapu pantai utara pulau Jawa. Saat musim kemarau yang lalu kita juga hampir tiap hari disuguhi oleh berita-berita tentang kekeringan yang membuat masyarakat sangat kesulitan dalam mendapatkan air baik itu untuk kepentingan irigasi bahkan untuk kebutuhan sanitasi dan air minum.
Masyarakat harus berjalan berkilo-kilo meter hanya untuk mendapatkan sepikul dua pikul air yang memenuhi syarat untuk kebutuhan sanitasi dan air minum mereka. Setiap anggota masyarakat hanya memperoleh sedikit air karena terbatasnya sumber-sumber air yang harus dibagi dengan sesama mereka.

Gambaran kenyataan diatas mendorong PHE ONWJ untuk berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan di daerah operasinya dengan mengadakan kegiatan edukasi pelatihan program konservasi tanah & air melalui pembuatan lubang biopori dilingkungan sekolah calon Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) provinsi Jawa Barat tahun 2016 yang bertempat di 4 sekolah calon SBL yaitu : SMKN 1 Sindang, SMPN 2 Sindang, SMAN 2 Indramayu dan SMKN 2 Indramayu. Pelaksanaan pelatihan tahun ini berbeda karena selain melakukan pelatihan pembuatan lubang biopori, tim PHE ONWJ bersama Pemda Indramayu (BLH) pekerja juga memberikan sosialisasi tentang konservasi air dalam implementasi kehidupan sehari-hari baik dilingkungan sekolah maupun dirumah, mengingat betapa suitnya air bersih di dapat terutama pada masa musim kemarau di wilayah kabupaten Indramayu.
Pada tahun sebelumnya, PHE ONWJ telah melakukan kegiatan pembinaan yang sama kepada 2 sekolah yang mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dengan pelatihan dan pembuatan lubang biopori sejumlah 200 lubang beserta peralatan biopori, sehingga jumlah komulatif produksi lubang biopori yang telah dibuat PHE ONWJ di wilayah kabupaten Indramayu sampai saat ini berkisar menjadi 744 lubang biopori dengan rincian sebagai berikut:




Sumber :
https://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikel-tentang-banjir/zpenulis-lain/
PT.Pertamina Hulu Energi ONWJ. 2016. Activity Report Program Pendampingan SBL Dan Sekolah Adiwiyata Nasional Di Indramayu

0 comments:

Post a Comment