15.5.17

Program Master Kasir (Pemanfaatan Sampah Terpadu Masyarakat Pesisir)


Program Master Kasir 
(Pemanfaatan Sampah Terpadu Masyarakat Pesisir)
Oleh : Hanafi ( 153104101095) Psikologi Lingkungan

Kelola Sampah menjadi Sesuatu yang Berharga


Program Master Kasir (Pemanfaatan Sampah Terpadu Masyarakat Pesisir) merupakan program unggulan bidang lingkungan di Desa Eretan Kulon, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi dengan cara pengelolaan sampah.
Program ini didasari oleh banyaknya sampah yang ditemukan di area pemukiman masyarakat pesisir/nelayan, seperti sampah sisa ikan, sampah rumah tangga, tumpukan botol air mineral serta plastik yang biasa digunakan oleh nelayan untuk menampung ikan sewaktu di kapal.
Program Master Kasir ini dicetuskan pada akhir tahun 2012 dalam bentuk kegiatan bank sampah dimana pelaksananya sebagian besar adalah Karang Taruna Desa Eretan Kulon. Kegiatan bank sampah ini dinamakan Bank Sampah Bayu Samudera.
Skema kegiatan Bank Sampah dimulai dengan dilakukannya pelatihan dan peningkatan kesadaran lingkungan hingga berakhir pada sistem pengelolaan sampah yang terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu pengelolaan sampah organik dan sampah anorganik.

Pengelolaan sampah organik dilakukan sejak tahun 2013 dengan cara mengumpulkan sampah rumah tangga (sayuranbuah-buahan) di pemukiman Desa Eretan Kulon serta sampah ikan yang banyak ditemukan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Sampah-sampah ini kemudian dicacah lalu dimasukkan di dalam tabung biodigester, yaitu teknologi pengelolaan sampah dengan sistem anaerob menggunakan bakteri khusus yang dapat merubah sampah organik untuk  mendapatkan produk akhir gas metana dan pupuk cair organik
Tahun 2016
Jenis Sampah
Jumlah Sampah Terkumpul
Produk Akhir
Area Pemasaran
Jenis
Jumlah
Sampah Organik
25.200 kg
Pupuk Cair Organik
3.000 liter
Kandanghaur, Bongas, Patrol,Sliyeg, Kroya
Sampah Anorganik
10 kg
Plastik
10 kg
Indramayu

Hasil dari pengelolaan sampah organik adalah biogas yang sudah mulai dimanfaatkan untuk sebagai bahan bakar untuk memasak dan pupuk cair organic yang telah dipasarkan hingga keluar dari Desa Eretan Kulon.
Kegiatan pengelolaan berikutnya adalah pengelolaan sampah anorganik yang mulai dilakukan pada akhir 2014, yaitu pengumpulan sampah plastik baik berupa gelas/ botol bekas air mineral maupun plastik yang biasa digunakan oleh nelayan sebagai tempat penampung ikan sementara di kapal.

Sampah organik siap dimasukkan ke dalam tabung Biodegester
Sumber : PT.Pertamina Hulu Energi ONWJ. 2016. Annual report Program master kasir oleh masyarakat Eretan Indramayu

0 comments:

Post a Comment