13.5.17

JUDUL RESENSI: IBU MENGELUH TERUS (KESEHATAN)



JUDUL RESENSI:
IBU MENGELUH TERUS
(KESEHATAN)

TUGAS MATA KULIAH: PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
NAMA: IRWANTO
NIM. 163104101125

 
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UMUM
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Gangguan psikosomatis telah lama diketahui para pakar kedokteran. Di Indonesia, Prof Aulia sejak 1950 sering menyosialisasikan penyakit ini di media massa. Beliau menjelaskan bahwa keadaan jiwa kita dapat mempengaruhi fungsi tubuh kita. Salah satu contoh yang sering kita alami adalah apabila menghadapi ujian lisan, biasanya kita berdebar-debar, timbul rasa cemas. Namun, setelah ujian selesai, apalagi jika hasilnya baik, suasana hati kembali normal. Begitu pula rasa cemas berganti dengan gembira, debar-debar hilang sendiri. Jadi gangguan emosi dapat mempengaruhi fisik kita, keadaan fisik kita juga kembali normal.
Tampaknya keadaan emosi Ibu Anda mengalami gangguan berkepanjangan, berbulan-bulan, sehingga menimbulkan gangguan fisik yang lama. Jika dokter tak teliti menelusuri penyakit, dokter akan mengutamakan berbagai pemeriksaan untuk menyingkirkan gejala berat badan turun, debar-debar, dan lain-lain, salah satunya memang penyakit tiroid. Beruntung dokter Anda yang terakhir punya kesempatan untuk menelusuri keluhan Ibu Anda dengan teliti sehingga beliau mendapatkan kaitan gejala keluhan Ibu dengan kematian Ayah.  

 Di zama sekarang, penyakit psikosomatis tetap penting. Bahkan, menurut penelitian, sekitar 70 persen pasien yang berobat ke dokter disertai gangguan psikosomatis. Artinya, mungkin hanya penyakit psikosomatis murni atau penyakit lain disertai gangguan psikosomatis. Dokter di Indonesia sebenarnya memahami situasi ini, tetapi acap kali karena waktu konsultasi singkat, faktor kejiwaan pasien belum sempat digali dengan baik. Sebaliknya, pasien dan keluarga perlu menceritakan timbulnya gejala dengan baik agar dokter dapat mendapat gambaran utuh.
Bagaimana jika gangguan psikosomatis dibiarkan tak tertangani dengan baik? Ganggan fisik pasien, misalnya gangguan irama jantung jika berlama-lama dapat mengakibatkan gangguan fisiologi menetap. Karena itulah gangguan psikosomatis perlu dikenal secara dini serta diterapi secara dini dan tepat. Terapi utama gangguan psikosomatis adalah psikoterapi serta jika diperlukan obat untuk menenangkan psikis, misalnya obat penenang. Sudah tentu yang paling penting adalah menyadarkan pasien menghadapi kenyataan serta mendukung pasien untuk dapat menghadapi persoalan. Jika masalah psikologis terlalu rumit, diperlukan bantuan psikiater.

Referensi
Djauzi, S. (11 Maret 2017). Kesehatan: Ibu mengeluh terus. Kompas. Terbit: Hari sabtu. Halaman 6.

0 comments:

Post a Comment