14.4.17

STRES SKRIPSI

ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM

STRES SKRIPSI
PENGARANG : Septiana Abidin
NIM                 : 16.310.410.1147
                Brehm dan Kassin (Maharsari, 2004), menyatakan bahwa stres merupakan pengalaman universal. Stres tidak memandang usia, dan disetiap rentang perkembangan baik bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia pernah mengalami yang namanya stres. Bahkan stres dapat juga dialami oleh orang-orang dari berbagai bidang pekerjaan, baik pekerja kantoran, tukang pos, pelajar,mahasiswa, bahkan mungkin saja seorang pelawak dapat juga mengalami stres.Pelajar dan mahasiswa sebagian masih dapat digolongkan sebagai remaja, dimana masa remaja merupakan periode yang dipenuhi tekanan dalam hidup dan dipenuhi oleh situasi stres yang berasal dari perpanjangan stres dimasa akan datang.
           
Mahasiswa termasuk salah satu kelompok yang rentan dengan kondisi stress, baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadi seperti masalah kiriman uang, masalah keluarga dan juga konflik antar teman dan juga kehidupan perkuliahan seperti tugas-tugas kuliah dan juga tugas akhir atau skripsi.Sebagai seorang mahasiswa tentunya tidak lepas dari tugas-tugas kuliah yang berhubungan dengan menulis. Selain menulis makalah, laporan praktikum dan tugas menulis lainnya, penulisan skripsi juga dinilai sebagai salah satu prestasi bagi mahasiswa. Penulisan skripsi juga merupakan tugas akhir bagi mahasiswa program S-1 dan menjadi syarat kelulusan bagi beberapa perguruan tinggi, melihat adanya manfaat bagi mahasiswa karena skripsi merupakan aplikasi dan analisis sintesis terhadap teori yang telah diterima selama mengikuti kuliah.

            Mahasiswa memang rentang stres karena tugas kuliah bahkan diakhir masa kuliahnya semua mahasiswa akan membuat skripsi yang membat tingkat stres mahasiswa sangat tinggi. Ketika mereka dihadapkan dengan skripsi tidak hanya lelah fisik namun stres lebih menguras tenaga para mahasiswa.Stres dapat dicegah dengan kecerdasan emosi beriku ini adalah beberapa faktor kecerdasan emosi:
Penelitian Goleman (1996), yang mengemukakan bahwa komponen
kecerdasan emosi terdiri dari aspek-aspek :
a) Kesadaran diri : memiliki tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri.
b) Pengaturan diri : menangani emosi sehingga berdampak positif, mampu
pulih dari tekanan emosi.
c) Motivasi : menggunakan hasrat terdalam untuk menggerakkan dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.
d) Empati : mampu memahami sesuatu berdasarkan perspektif orang
lain.
e) Ketrampilan sosial : menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan
ketrampilan untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain, menyelesaikan perselisihan dan bekerjasama dengan baik dalam tim.

DAFTAR PUSTAKA :
            Azhari, A. 2004. Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta : PT. Mizan

Publika

0 comments:

Post a Comment