18.4.17

SPIRIT YANG BURUK SANG PENDERITA GANGGUAN DISTIMIK

ARTIKEL : SPIRIT YANG BURUK SANG PENDERITA GANGGUAN DISTIMIK
IRNANINGSIH
15 310 410 1089
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Merupakan bentuk depresi yang lebih ringan dari depresi mayor. Biasanya berawal dari masa kanak-kanak atau remaja. Si penderita merasakan spirit yang buruk atau keterpurukan sepanjang waktu, namun mereka tidak mengalami depresi yang sangat parah. Jika depresi mayor cenderung parah dan terbatas waktunya, gangguan distimik terjadi relatif ringan dan kronis, biasanya berlangsung selama beberapa tahun. Perasaan depresi dan kesulitan sosial terus ada bahkan setelah orang tersebut menampakkan kesembuhan. Memiliki resiko tinggi untuk kambuh lagi. Keluhan mengenai depresi seolah-olah menjadi semacam pelengkap dari kehidupan orang tersebut sehingga sepertinya menjadi bagian tak terpisahkan dari struktur kepribadian mereka. 

simtom-simtom gangguan distimik :
1. perasaan tidak adekuat, bersalah, iritabilitas, serta kemarahan
2. penarikan diri dari masyarakat
3. hilang minat
4. inaktivasi dan tidak produktif

gangguan distimik memiliki onset pada usia muda yaitu pada masa kanak-kanak dengan keluhan perasaan tidak bahagia yang tidak dapat di jelaskan dan terus berlanjut saat memasuki masa remaja dan menginjak usia 20 tahun.

penyebab :
1. jenis kelamin
Cvranowski (2001) mengatakan bahwa gangguan distimik pada pria dan wanita dan sesudah masa pubertas adalah sama. namun memasuki dewasa cenderung perempuan berpotensi lebih besar.
2. individu dengan kepribadian antisosial, ambang, ketergantungan, histrionik, depresi, dan skizotinal, cenderung rentan mengalami distimik
3. kesulitan dalam beradaptasi pada masa remaja dan dewasa
4. kekecewaan interpersonal di awal kehidupan 

Contoh kasus :
sang wanita pengeluh yang berusia 28 tahun, mengalami depresi yang kronis ketika berusia 16-17 tahun, ia merasa betapa menderitanya ia dengan keadaan yang ada padanya, dan ia berfikir betapa cerdasnya wanita-wanita/ teman di sekitarnya. Ia merasa tidak pernah ada pria yang mau dan tertarik padanya karena ia lemah dan tidak menarik. Setelah ia selesai kuliah maka ia menikah dengan pria yang ia pacari untuk pertama kalinya.setelah menikah beberapa tahun ia merasa bahwa suaminya ini bukanlah yang ia inginkan dan akhirnya ia merasa bahwa pernikahannya adalah suatu kesalahan. sehingga hari-harinya di penuhi dengan rasa tidak bersyukur, kekesalan. Kehidupan mereka di penuhi oleh teman-teman dan pasangannya, dan ia merasa bahwa dirinya rendah dan tidak pantas, dan orang lain akan meremehkannya. Ia kurang berminat pada semua aspek kehidupan baik pernikahan, pekerjaan maupun lingkungan sosialnya.

Pendapat pribadi :
penderita distimik termasuk depresi ringan namun akan mengalami kambuh-kambuhan, dan ia merasa rendah diri serta tidak tertarik segala aspek kehidupan.

Sumber : fakhrurrozi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24027/Gangguan+Mood.pptxhttps://www.google.com/search?q=jurnal+psikologi+gangguan+distimik.pdf&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab

0 comments:

Post a Comment