15.4.17

SIBUK MENCARI PERHATIAN LUPA TUJUAN



ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM II
SIBUK MENCARI PERHATIAN LUPA TUJUAN

By : Yusuf Wardana
(163104101130)
Setiap manusia pasti punya tujuan. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti ada maksud dan tujuan, untuk apa kita melakukan hal tersebut. Tujuan yang kita cari biasanya adalah hal-hal yang bersifat baik untuk diri kita, sehingga menghasilkan kesenangan untuk diri kita atau bisa diharapkan tujuan kita ialah mencari kesenangan untuk diri kita. Dalam mencari tujuan kita akan melalui proses untuk bisa sampai ke tujuan itu.Hal didalam proses tersebut  biasanya kita temukan hal-hal yang tak terduga, sehingga kita bisa melupakan tujuan utama kita.
Ibarat tujuan kita, bisa kita tempuh dengan jalan yang lurus ada perempatannya. Nah kita, malah belok di perempatan tersebut dan malah melupakan tujuan kita.
Sebagai contoh seorang mahasiswa, dia kuliah karena ingin menguasai ilmu yang ia inginkan dalam kuliah tersebut dan bisa mendapatkan gelar atas kuliahnya tersebut, tetapi setelah masuk kuliah ia mempunyai banyak teman wanita yang cantik dan dia pun mulai tertarik dengan teman teman wanitanya sehingga dia sibuk sendiri mencari perhatian dari teman temanya tersebut dan malah melupakan tujuan kuliahnya.

Aristippos dari Kyrene ( dari sekitar 433 – 435 SM ) seorang murid Socrates. Socrates  bertanya tentang  tujuan terakhir bagi kehidupan manusia / apa yg sungguh – sungguh baik bagi manusia ?.
Aritoppus menjawab : yang sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan. Hal itu terbukti karena sudah sejak masa kecilnya manusia tertarik akan kesenangan dan bila telah tercapai ia tidak akan mencari sesuatu yang lain lagi. Sebaliknya ia selalu menjauhkan diri dari ketidak senangan.

Dalam hedonisme terkandung kebenaran yang mendalam :
Manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dan berupaya menghindari dari ketidaksenangan.
Sigmund Freud memperlihatkan bahwa kecenderungan manusia itu bahkan terdapat pada taraf tersadar , sering manusia mencari kesenangan tanpa diketahuinya.

Aristoteles ( 384-322 SM ) . Dalam bukunya Ethika Nikomakheia ia menegaskan bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. Bisa dikatakan juga, dalam setiap perbuatan kita ingin mencapai suatu tujuan yang baik bagi kita. Sering kita mencari suatu tujuan untuk mencapai tujuan lain.
Aristoteles juga mengatakan : Seorang mencari tujuan terakhir dengan menjalankan fungsinya dengan baik. Tujuan pemain suling adalah main dengan baik, tujuan akhir tukang sepatu ialah membikin sepatu yang baik. Nah, jika manusia menjalankan fungsinya sebagai manusia dengan baik, ia juga mencapai tujuan terakhirnya atau kebahagiannya.

Sumber : Bertens.k, Etika , Yogyakarta , Kanisius, 2013.

0 comments:

Post a Comment