15.4.17

Sahabat Rasa Pacar



Sahabat Rasa Pacar
Nur Roy Tri Rahayu
163104101129
Psikologi Umum II
 
Maraknya istilah sahabat rasa pacar atau sebaliknya yang berdampak lurus juga dengan mitos tentang kebahagiaan yang katanya “saya tidak bisa menjadi lajang dan hidup sendirian”, seolah olah sendiri adalah suatu hal yang menakutkan dan buruk dalam menjalin hubungan. Sahabat adalah istilah yang menggambarkan prilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial menggambarkan mereka akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, sering kali pada altrurisme, selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai bersama.
Pacaran adalah proses perkenalan antara 2 insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.
Menurut pendapat tokoh psikologi Abraham maslow ditingkatan kebutuhan yang ke 3, kebutuhan akan rasa kasih saying dan rasa memiliki (love and belonging). Ketika seseorang merasa bahwa dua jenis kebutuhan diatas terpenuhi, maka akan mulai timbul kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki.
Hal ini dapat terlihat dalam usaha seseorang untuk mencari dan mendapatkan teman, kekasih, anak atau bahkan keinginan untuk menjadi bahgian dari suatu komunitas tertentu seperti tim sepak bola dan sebagainya.jika tidak terpenuhi rasa kesepian akan timbul.  Kebanyakan anak remaja yang lebih memilih sahabat rasa pacar alasannya karena tidak mau ada ikatan antara mereka, mau focus kuliah atau kerja, karna menurut mereka hal seperti itu banyak aturan dan merek lebih ingin kebebasan.
Setiap individu pasti akan menjalin kontak sosial, begitu pula dengan remaja, rasa suka satu sama lain tidak bisa dihindari, namun tren terbaru sahabat rasa pacar ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan bagi remaja yang hanya ingin berteman dengan lawan jenisnya tanpa adanya ikatan. Dengan hanya menjadi sahabat bisa membuat seorang remaja lebih bebas dalam melakukan semua hal yang ia inginkan dan mengembangkannya tanpa harus menghabiskan masa remajanya dengan hal-hal yang biasa dilakukan para remaja yang berpacaran, setidaknya dengan status sahabat rasa pacar bisa membuat seorang remaja tidak merasa kesepian dan memiliki teman lawan jenis yang sama hal nya seperti pacar namun yang membedakan hanyalah status saja.
Daftar Pustaka
Ardhianita iis & Andayani Budi (2008). Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Berpacaran dan Tidak Berpacaran. Jurnal Psikologi, 32(2), 101-111

Boeree, c. George (2013). General Psychology: Psikologi Kepribadia, persepsi, kognitif, emosi & prilaku. Jogjakarta

0 comments:

Post a Comment