14.4.17

Rumah Sakit Jiwa Bukan Aib

Oleh Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kesan apa yang paling melekat dengan Rumah Sakit Jiwa? Gangguan Jiwa? Stres? Tempat orang gila? Memalukan? Memang tidak dipungkiri kesan itulah yang masih melekat di masyarakat. Memiliki keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirasa memalukan, aib. Padahal Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memiliki hak yang sama dengan individu normal lainnya. ODGJ merupakan individu yang juga membutuhkan perhatian, perawatan, dukungan selayaknya individu yang menderita sakit fisik (diabetes, struk, penyakit jantung). Namun masyarakat pada umumnya masih belum memahami bahwa ODGJ memerlukan penanganan khusus, bukan dengan cara dipasung.
Gangguan jiwa mencakup beberapa tingkatan, ada gangguan jiwa ringan dan gangguan jiwa berat. Pada gangguan jiwa ringan individu masih memiliki kesadaran atas dirinya ; merasakan bahwa dirinya tertekan, sulit tidur, merasa cemas. Sedangkan pada gangguan jiwa berat individu sudah kehilangan kesadaran atas dirinya ; meyakini betul sesuatu yang salah (delusi), melihat & merasakan sesuatu yang tidak ada (halusinasi), memiliki persepsi yang salah terhadap suatu objek (ilusi).
Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta merupakan wujud konkrit kepedulian pemerintah terhadap penderita gangguan jiwa. RSJ Grhasia sudah berdiri sejak tahun 1938 dengan nama Koloni Orang Sakit Jiwa. Kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama. Dan pada tahun 2012  berganti nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Grhasia D.I.Y.  Pada tahun 2012 juga RSJ Grhasia ditetapkan sebagai Rumah Sakit Jiwa kelas A oleh Menteri Kesehatan RI.
Pelayanan yang diberikan oleh RSJ Grhasia tidak hanya mencakup rawat inap untuk individu yang sudah didiagnosis memiliki gangguan jiwa berat oleh psikolog dan psikiater. RSJ Grhasia juga melayani konsultasi psikologis bagi masyarakat umum yang mengalami keluhan psikologis. Poli psikologi di RSJ Grhatama juga melayani psikotest dan pengajuan rekomendasi psikolog untuk tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

Peran penting psikolog di RSJ Grhasia adalah memberikan pelayanan konsultasi kepada masyarakat umum, penderita gangguan jiwa, memberikan psikotest pada individu normal dan penderita gangguan jiwa, membantu psikiater dalam menentukan diagnosa. Kasus-kasus yang ditangani oleh psikolog tidak selalu kasus gangguan jiwa berat. Seperti yang telah dituturkan oleh salah satu psikolog di RSJ Grhasia bahwa dirinya pernah mendapati remaja yang datang ke Poli Psikologi, masalahnya adalah putus dengan pacar. Maka saya secara pribadi berharap kepada teman-teman apabila memiliki masalah yang dirasa berat janganlah malu untuk datang ke psikolog. Karena berdiskusi dengan psikolog diharapkan mampu mendapatkan solusi atas masalah tersebut. Dan yang terpenting adalah mencegah terjadinya gangguan jiwa berat.

0 comments:

Post a Comment