23.4.17

RESENSI MAHAR ROTAN WARISAN UNTUK MASA DEPAN



“MAHAR” ROTAN, WARISAN UNTUK MASA DEPAN
Nur Roy Tri Rahayu
163104101129
Psikologi Industri dan Organisasi

 hadir dari mahar yang ditolak ratusan tahun lalu, rotan telah menghidupi jutaan warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, selama berabad-abad. Kini, tanpa mengenal putus asa, para pengrajin terus berkreasi agar industri rotan tetap dapat berumur panjang ditengah keterpurukan. Dua tahun terakhir, warga Kampung Tegalwangi, Kecamatan Weru, misalna, justru membuka diri dan menjadikan kampungnya ebagai kampong wisata rotan. Mereka memproduksi kerajinan rotan diruang terbuka.
 saja, akhirnya boleh melihat dan belajar. Bulan Januari-Februari 2017, sebanyak 150 wisatawan dating melihat kepiawaian para pengrajin, sekaligus membeli kerajinan rotan langsung dari tangan pengrajin. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon Eli Lilis Surtini mengatakan kini pengrajin juga sering dilatih dan diikutsertakan dalam pameran.
Kekurangan :                                                                                            
1.       Pengrajin sulit mendapatkan bahan baku karena dibukanya izin ekpor bahan baku rotan.
2.       Banyak pengrajin kehilangan pekerjaan, pengusaha berhutang juataan bahkan milyaran rupiah.
3.       Minimnya dukungan regulasi, rumitmnya izin ekpor, suku bunga pinjaman yang tinggi menyebabkan industry rotan terpuruk.
Kelebihan :                                                                        
1.       Dengan adanya kerajnan rotan warga dapat membeli mobil, punya rumah, membiayai anaknya kuliah.
2.       Sebagian warga yang awalnya hanya menjadi karyawan pengrajin dapat belajar dan bisa ikut memasarkan kerajinan.
3.       Pengrajin sering dilatih untuk menambah wawasan dan menjadi kreatif untuk mendesain.
Kesimpulan : meski demikian, ditengah badai, sebagian pengrajin mencoba tetap tenang. Mereka percaya dapat mengangkat rotan Indonesia melalui kreativitas mereka. Kegigihan pengrajin Cirebon untuk bangkit mengingatkan kita terhadap kebesaran hati, selalu ada hikmah dibalik duka.
Sumber : Kompas, Sabtu, 15 April 2017
Oleh : Abdullah Fikri Ashri

0 comments:

Post a Comment