22.4.17

RESENSI KORAN KOMPAS : ETIKA MAKIN KRUSIAL

                                                        RESENSI KORAN KOMPAS
                                                     Psikologi Industri dan Organisasi

NAMA & NIM                                  : SITI HANIFAH (16.310.410.1151)
JUDUL ARTIKEL                             : Etika Makin Krusial
NAMA PENULIS                             : Andreas Maryoto
TANGGAL TERBIT                         : 28 Maret 2017

SINOPSIS ARTIKEL         

Persoalan etika menjadi masalah yang mendesak dan perlu diangkat seiring dengan merebaknya usaha rintisan berbasis digital. Persaingan antar pelaku industri digital sangat mungkin menjadi pendorong mereka untuk merebut pasar lebih besar. Perebutan pasar yang semakin sengit kadang melupakan masalah etika. Secara umum persoalan etika di dalam industri digital, khususnya yang terkait dengan konsumen, adalah sejauh mana hak perusahaan menggunakan data yang sudah diserahkan oleh konsumen saat melakukan pendaftaran atau bergabung sebagai konsumen atau pemakai dalam salah satu aplikasi.
Perusahaan yang menggunakan data konsumen pasti akan memunculkan data gregat, bukan data individual, sehingga mereka bisa menghindar dari kemungkinan jerat hukum jika nanti konsumen mempermasalahkan tindakan perusahaan itu. Cara lain adalah meminta persetujuan konsumen agar perusahaan boleh menggunakan data itu meski konsumen secara umum tidak mengetahui lebih pasti penggunaan data itu. Akankah masalah kemudian selesai? Masalah makin kompleks ketika data konsumen diperjualbelikan. Di internal perusahaan digital sendiri, siapa yang berhak memegang data itu? Siapa pula yang bertanggung jawab apabila data bocor ke luar?
              Kasus lain yang merebak beberapa pekan lalu adalah dugaan uber menggunakan suatu perangkat lunak Greyball yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi calon penumpang mereka yang masuk dalam katagori membahayakan. Greyball merupakan salah satu program yang disebut VTOS (Violation Of Term of Service). Perangkat lunak itu dipakai dibeberapa Negara dimana Uber mendapat penolakan. Dengan perangkat ini mereka bisa mengetahui aparat pemerintah yang berkedok menjadi penumpang. Dengan program itu, pengemudi uber bisa menghindar dari kemungkinan upaya penjebakan oleh aparat. Kasus ini sangat kontroversial. Ada yang beranggapan baahwa ini merupakan masalah yang serius dan bisa berurusan dengan etika dan hukum karena menyangkut hak uber untuk menggunakan data yang diberikan konsumen. Namun dari pihak uber berpendapat bahwa program ini digunakan untuk menghindari pengemudi dari tindak kejahata, upaya kompetitor merusak oprasi mereka, dan mereka yang tidak menuhi syarat dan ketentuan layanan.   
Semua masalah ini perlu dibuat terang sehingga konsumen merasa aman dan usaha rintisan bisa memastikan rambu-rambu saat menjalankan bisnis mereka. Semua pihak perlu berdialog untuk menyelesaikan persoalan etis ketika industri digital tak bisa dibendung lagi.    

           
HAL YANG PENTING DALAM ARTIKEL :
Persaingan antar pelaku industri digital sangat mungkin menjadi pendorong mereka untuk merebut pasar lebih besar. Perebutan pasar yang semakin sengit kadang melupakan masalah etika. Secara Umum persoalan etika di dalam industri digital, khususnya yang terkait dengan konsumen, adalah sejauh mana hak perusahaan menggunakan data yang sudah diserahkan oleh konsumen saat melakukan pendaftaran atau bergabung sebagai konsumen atau pemakai dalam salah satu aplikasi.
Dalam psikologi Erat sekali hubungan antara etika( attitude) dengan psikologi etika adalah suatu ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia. Yang mana dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik. Etika  menjelaskan apa yang seharusnya dikerjakan manusia, psikologi meneropong dari segi apakah yang menyebabkan kejadian tersebut. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa teknologi yang makin pesat makin mengurangi etika individunya, dalam pandangan psikologi mengidentifikasi apa saja yang menyebabkan  kurangnya etika tersebut .
Attitude sendiri merupakan sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama manusia. Attitude itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang bersikap sopan santun, belum tentu memiliki attitude yang bagus.

KESIMPULAN :
Dari atas dapat disimpulkan bahwa etika seseorang semakin memburuk karana terdorong oleh pesatnya teknologi seperti saat ini, untuk itu kita sebagai remaja harusnya paham betul penggunakan teknologi seperti jejaring sosial yang makin lama makin membius para kaum muda. Kita harus paham betul kapan harus menggunakan dan kapan tidak menggunakannya. Dan untuk masalah data, kita harus lebih berhati-hati dan bertanya dulu untuk apa sebenarnya data yang kita berikan kepada seseorang ataupun kepada pihak-pihak tertentu.
 Semua masalah ini perlu dibuat terang sehingga konsumen merasa aman dan usaha rintisan bisa memastikan rambu-rambu saat menjalankan bisnis mereka. Semua pihak perlu berdialog untuk menyelesaikan persoalan etis ketika industri digital tak bisa dibendung lagi.    

KELEBIHAN ARTIKEL : Artikel yang ditulis sangat menarik sesuai situasi dan kondisi yang terjadi akhir –akhir ini. Gaya bahasa yang diberikan juga tidak terlalu sulit dipahami

KEKURANGAN : Hanya berfokus pada satu masalah saja. Saran untuk para pembaca kurang ditekankan.

0 comments:

Post a Comment