22.4.17

Resensi Artikel : Pengetahuan Jadi Basis Kebijakan




Oleh :

NIKEN LARASATI
16.310.410.1135
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Judul artikel   : Pengetahuan Jadi Basis Kebijakan
Penulis            : (CAS)
Penerbit         : Koran KOMPAS
Tanggal terbit : Sabtu, 1 April 2017
No halaman   : 18
Tema              : Ekonomi (Agrobisnis)

Ringkasan      :
Kebijakan berbasis pengetahuan harus menjadi arah pembangunan agrobisnis di Indonesia. Konsistensi kebijakan jangka panjang diperlukan untuk membangun sistem produksi pangan nasional yang tangguh. Herry mengatakan, persoalan agrobisnis dan peluang menjadikan pertanian sebagai salah satu kunci memajukan bangsa sudah bertahun-tahun dibicarakan. Namun, Indonesia tak kunjung mampu memenuhi semua kebutuhan pangan.
Menurut Herry, lokasi agrobisnis yang tersebar di Indonesia menempatkan agribisnis berpotensi menjadi instrumen efektif dalam pemerataan dan penguatan ekonomi nasional. “Tidak boleh ganti rezim ganti kebijakan jangka panjang pertanian. Tnpa memperhatikan agrobisnis, banyak potensi bangsa yang tidak digarap,” kata Herry.
Pengembangan agrobisnis dan agroindustri tidak bisa dikerjakan dengan pendekatan masa lalu yang menyebabkan berbagai persoalan tak terselesaikan.
Ketua panitia  penyelenggara Agrinex 2017 Rifda Amarina mengatakan, pemangku kepentingan sektor pertanian harus terus optimistis. Sebab, sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan masyarakat.


Keunggulan :
Penulis menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah untuk dimengerti oleh pembaca, alur penulis membawa langsung pembaca ke dalam inti topik pembahasan.

Kelemahan :
Penulis tidak menjelaskan langkah apa yang tepat untuk mengatasi berbagai problema yang dihadapi dalam artikel.

Pendapat akhir :
Dengan di tulisnya berita ini dengan tampilan serta bahasa yang ringan, penulis mampu membuat isi berita dengan mudah dan jelas, sehingga dapat dipahami oleh pembaca.

Saran :
Penulis menjelaskan langkah apa saja yang tepat dan dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi berbagai problema yang ada dalam artikel.

0 comments:

Post a Comment