15.4.17

PSIKOLOGI UMUM II : EFEK STRES TERHADAP SISTEM KEKEBALAN

Efek Stres terhadap Sistem Kekebalan
Oleh :

TASA ASTIYANI
16. 310. 410. 1149

Faktor-faktor internal seperti stres telah terlibat dalam menyebabkan sebuah sistem kekebalan yang mengalami penurunan disebabkan karena hakikat respon tubuh dalam berhadapan dengan masalah ini. Berbagai kapabilitas sistem kekebalan dikurangi setelah terjadi aktivasi yang sering dari sistem saraf otonom dalam kasus stres kronis. Sistem kekebalan direndahkan nilainya untuk mampu terus berfungsi.
Suasana hati ( mood ) yang dirasakan juga tampak memainkan peran dalam keefektifan sistem kekebalan. Mempunyai perilaku positif tampak berkorelasi dengan peningkatan kemampuan sistem kekebalan dalam memerangi penyakit. Dalam kasus di mana pasien telah menunjukkan rasa takutnya terhadap proses pengobatan yang akan dijalaninya seperti akan operasi, mereka bisa mempunyai waktu penyembuhan yang lebih lama karena dipicu oleh faktor pikirannya yang takut terhadap operasi.
Bahkan dalam masalah kesehatan yang relatif kurang berbahaya  suasana hati bisa mempunyai pengaruh. Sebuah kajian dengan emosi dan flu bisa menunjukkan bahwa para peserta dengan emosi bahagia menunjukkan kemampuannya yang lebih besar dalam memengaruhi flu ketika diberikan semprotan rhinovirus. ( Jones, 2003 ).
Dalam mengukur respon kekebalan ada dua cara dasar, mengukur secara kuantitatif berbagai tingkatan sel, atau kedua dengan menggunakan pengukuran fungsional. Dalam pengukuran kuantitatif, ada sebuah ukuran terhadap jumlah sel dalam suatu volume darah yang diambil, atau sebuah presentase dari setiap jenis sel. Dalam pengukuran fungsional, limfosit, misalnya, dibukakanlah pada suatu antigen ( mitogen ) yqng tidak spesifik dan hasil pembukaan tersebut kemudian diobservasi. ( O'Leary, 1990 ).

Sumber :
Jones, J. (2003). "Stress responses, pressure ulcer development and adaptation." British jurnal of nurshinh, 12, 17-23

0 comments:

Post a Comment