15.4.17

Perpaduan antar Gerak dan Musik dalam Meningkatkan Potensi Anak Usia Dini



Perpaduan antar Gerak dan Musik dalam Meningkatkan Potensi Anak Usia Dini
Meissy Bella Sari
163104101143
Psikologi Umum II


Pendidikan bagi anak usia dini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Tujuannya adalah membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif demokratis dan kompetitif.
Masa anak usia dini merupakan masa keemasan atau sering disebut masa Golden Age, biasanya ditandai oleh perubahan cepat dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Agar masa ini dapat dilalui dengan baik oleh setiap anak maka perlu diupayakan pendidikan yang tepat bagi anak sejak usia dini.
Teori konstruktivisme adalah pembelajaran yang berpusat pada anak, guru sebagai mediator, fasilitator, dan sumber belajar dalam pembelajaran. Diharapkan dengan menerapkan teori konstruktiisme bisa lebih menggali potensi yang dimiliki seorang anak, sehingga perkembangan yang berjalan diharap akan membuahkan hasil yang maksimal.
Pada masa usia dini merupakan masa terjadinya kematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi (rangsangan) yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan potensi fisik (motorik), intelektual, emosional, sosial, bahasa, seni dan moral spiritual.
Kegiatan gerak dan lagu sangat melekat erat dan tidak dapat dipisahkan terutama dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik, rasa percaya diri, serta keberanian mengambil resiko. Karena itu perlu adanya suatu kegiatan yang dapat melatih para pendidik anak usia dini dalam memberikan perangsangan pada anak melalui gerak dan lagu.
Gerak dan Lagu tidak hanya mengajarkan kepada anak kecerdasan musikal, tetapi sekaligus mengajarkan kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan matematis, linguistik, interpersonal dan intrapersonal dan kecerdasan Kinestetik. Melalui pembelajaran gerak dan lagu dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik untuk menggunakan salah satu kemampuan mental dalam mengkoordinasikan gerakan tubuh. Kemampuan ini dapat dirangsang melalui gerakan tubuh, tarian dan olah raga yang berhubungan dengan koordinasi tubuh, keseimbangan, kekuatan, kelincahan dan koordinasi mata dengan tangan dan kaki.

Daftar Pustaka
Gutawa (2002). Kecerdasan Spiritual dalam Membentuk Perilaku Anak . Jurnal Ilmiah Anak Usia dini. Vol 02. Hal 32-37
Widhianawati, Nana (2011), Pengaruh Pembelajaran gerak dan lagu dalam meningkatkan kecerdasan musical dan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Jurnal Ilmiah Anak Usia Dini. No (2) Hal 220-228

0 comments:

Post a Comment