23.4.17

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP TINDAK KRIMINAL



PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP TINDAK KRIMINAL


NURUL WIDIASTONI
163104101152
PSIKOLOGI SOSIAL II
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45

Apabila kita melihat televisi ataupun berita di surat-surat kabar, kita akan sering melihat dan mendengar tindakan kriminal, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dsb. Hampir tiap hari tanpa henti di pastikan ada berita-beria seperti itu, apalagi di daerah perkotaan. Kalau kita teliti lebih lanjut maka kita akan berpikiran apa penyebab kejadian itu terjadi ?. kenapa itu bisa terjadi ?. dalam ilmu psikologi hal itu bisa saja terjadi karena ada faktor-faktor tertentu yang membuat prilaku itu terjadi. Nah, di bawah ini akan sedikit menjelaskan pengaruh-pengaruh yang saling mempengaruhi terhadap tindak kriminal.
Penelitian-penelitian laboratorium menunjukkan bukti bahwa perubahan suasana hati di percepat oleh polusi udara, termasuk di dalamnya asap rokok (zilman,baron dan tamborini,1981). Bau badan yang menyengat dalam ruangan juga dapat menimbulkan strees. Hal ini telah banyak di buktikan dalam serial penelitiannya james rotton dkk (1978). Kondisi stresful ini sangat mudah di temukan di terminal,stasiun,di dalam bis kota, kereta api, dan kendaraan umum lainnya yang biasanya penuh sesak oleh orang-orang yang bergelantungan mengeluarkan berbagai bau badan yang tidak sedap. Stresor sepeti ini di alami setiap hari, bisa di bayangkan bagaimana akumulasi stres yang terjadi pada kelompok warga ini setiap harinya. Tidak heran jika penumpang kendaraan umum memiliki perilaku sembarangan,serobot sana serobot sini, lompat sana lompat sini, meludah sana meludah sini, sebagai bentuk mekanisme penyaluran stes yang mereka hadapi setiap hari. Tidak jarang fenomena main hakim sendiri terhadap peristiwa-peristiwa yang sangat sepele sebagai sarana penyaluran stress.
 Menurut Teory Psikoanalisa Freud melihat bahwa perilaku kriminal merupakan representasi dari “Id” yang tidak terkendalikan oleh ego dan super ego. Id ini merupakan impuls yang memiliki prinsip kenikmatan (Pleasure Principle). Ketika prinsip itu dikembangkannya Super-ego terlalu lemah untuk mengontrol impuls yang hedonistik ini. Walhasil, perilaku untuk sekehendak hati asalkan menyenangkan muncul dalam diri seseorang.  
Kondisi lingkungan yang buruk ternyata mempengaruhi terhadap jiwa seseorang dalam melakukan kriminalitas. Oleh karena itu marilah kita ciptakan kondisi lingkungan yang sehat dan baik agar tercipta diri atau jiwa yang positif. Kalau jiwa positif sudah tumbuh di jiwa seseorang maka kriminalitas akan sedikit terkontrol.

DAFTAR PUSTAKA
Halim, Deddy Kurniawan. (2008). Psikologi lingkungan perkotaan. Jakarta: Sinar
Grafika Offset.
http://sonsupu.blogspot.co.id/2012/12/perilaku-kriminal-ditinjau-dari
aspek_26.html

0 comments:

Post a Comment