23.4.17

ORANG ASING YANG KITA KENAL



ORANG ASING YANG KITA KENAL


NURUL WIDIASTONI
163104101152
PSIKOLOGI SOSIAL II
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45

Di dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berhubungan dengan orang lain, disadari maupun tidak di sadari. Manusia di dalam bersosialisasi dengan orang lain akan menimbulkan interaksi-interaksi tertentu yang menyebabkan saling ketergantungan. Manusia dengan orang di sekitarnya juga bisa menimbulkan keakraban atau saling kenal. Atau hanya tidak saling kenal dan bertegur sapa tetapi sering bertemu dan melihat. Kebanyakan orang di sekitar kita adalah orang yang tidak kita kenal.
Orang asing yang ku kenal (familiar strangers) adalah suatu fenomena sosial yang pertama kali di tujukan oleh psikolog Stanley Milgran (1997) sebagai seorang individu yang kita secara teratur memerhatikanya, tetapi tidak saling berinteraksi. Secara definitif orang asing yang kita kenal  itu harus haruslah: (1) mendapat perhatian kita, (2) terus menerus, namun (3) tidak berinteraksi. Interkasi yang kita miliki dengan orang asing yang kita kenal ini adalah sebuah interaksi yang nyata dimana ke dua belah pihak setuju untuk satu sama lain saling mengabaikan, tanpa perlu menciptakan sikap permusuhan.
Sebagai contoh, seseorang  yang selalu kita jumpai di halte bus setiap pagi ketika  mau pergi ke kantor. Jika sehari saja orang tersebut tidak muncul, kita langsung merasakan ada yang hilang. Kita merasa tidak afdhol tanpa kehadiran mereka dan menjadi merasa kesepian dan terasing di antara orang asimg lainnya yang hanya sesekali saja kita temui di tempat umum tersebut. Orang-orang seperti itu sangat kita butuhkan, meskipun kita mencuekkan mereka setiap hari. Dan karena kita selalu menjumpai mereka secara teratur dalam sebuah setting yang kenali  maka mereka pun telah menciptakan  sebuah koneksi dalam pikiran kita dalam mengidentifikasi tempat-tempat tersebut.
Dalam buku psikologi lingkungan perkotaan di jelaskan bahwa ketidakhadiran total mereka hampir dapat di pastikan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan mental. Di era zaman modern yang semakin komplek ini berbagai permasalahan rumah tangga seta masalah pekerjaan membuat warga di perkotaan cenderung akan mengunjungi ruang publik. Ruang publik sebagai tempat pelarian  warga perkotaan untuk sekedar refreshing atau menghilangkan penat dari berbagai persoalan hidup. Yang mana orang asing yang kita kenal di butuhkan untuk  mencegah rasa sepi di tengah keramaian ruang publik. Merasa memiliki orang asing di ruang publik bukanlah suatu hal yang negatif, sebaliknya hal penting dari sebuah ruang publik bagi kesehatan mental individu dan warga kota pada hakikatnya sangat tergantung pada kehadiran orang asing.

Sebagai manusia hendaknya mempunyai sifat saling tegur sapa terhadap orang yang sering kita lihat di manapun keberadaanya. Minimal menanyakan nama atau alamat rumah, karena hal ini akan mengurangi rasa keterasingan seseorang di tempat-tempat tertentu. Yang mana hal ini  akan membantu seseorang lebih mudah di dalam menjalankan aktivitasnya tanpa ada suatu yang kurang mengenakkan di pikiranya.
DAFTAR PUSTAKA
Halim,D.K. (2008). Psikologi Lingkungan Perkotaan. Jakarta.Bumi Aksara.

0 comments:

Post a Comment