15.4.17

DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK



DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK
NAMA  : GACITA PURYO SAFITRI
NIM     : 16.310.410.1144
PSIKOLOGI UMUM II
                Perkawinan adalah suatu ikatan suami istri yang bertujuan untuk membangun rumah tangga bahagia dan sejahtera. Perkawinan bertujuan untuk membina keluarga yang tentram dan rukun.
            Seperti yang kita tahu, perceraian adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi, tidak ada yang menginginkan perceraian terjadi di keluarga mereka.
            Setiap terjadinya perceraian orang tua, sudah barang tentu berdampak negatif terhadap proses pendidikan dan perkembangan jiwa anak, di karenakan anak usia sekolah dasar pada umumnya masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh dari kedua orang tua. (M.yusuf.2014).
            Suasana yang ada di dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak usia sekolah dasar. Suasana yang kurang baik akan menyebabkan anak tidak dapat belajar dengan baik, bahkan mempunyai pengaruh yang negatif terhadap perkembangan anak, karena pada umumnya pribadi si anak terjadi melalui pengalaman pahit maupun menyenangkan semuanya memberi pengaruh dalam kehidupan anak nantinya.
            Perceraian berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak dan pendidikan anak, terutama anak usia sekolah dasar dan remaja. Dapat menyebabkan anak bersikap pendiam, prestasi belajar menurun, nakal yang berlebihan, iri ,dan memiliki rasa kehilangan yang sangat besar. Dampak perceraian ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan jiwa anak dan berpengaruh terhadap proses belajar anak. Anak yang mempunyai keluarga yang utuhdan harmonis, memiliki prestasi lebih baik dibandingkan dengan anak yang mempunyai keluarga yang tidak utuh dan tidak harmonis.

DAFTAR PUSTAKA
Baharist,A.H (2014). Tanggung jawab terhadap anak laki-laki. Jurnal Al-Bayan,vol.20(29.

0 comments:

Post a Comment