16.4.17

MENGUNJUNGI PASIEN RSJ GRHASIA JOGJA

MENGUNJUNGHI PARA PENYANDANG GANGUAN JIWA
ASEP SINGGIH WIJANRKO (16.130.140.1158)
    Manusia mahluk dengan kesempurnannya,manusia adalah mahluk yang paling serba bisa dalam segalah,dari membuat suatu sistem struktur premerintahan yang terpimpin,membuat sebuah sekumpulan almunim dan besi menjadi sebuah mesin terbang yang disebut”pesawat terbang” ,dan yang paling hebat manusia telah memembus luar agkasa dan menginjakan kaki mereka  di bulan.luar biasa.!
   Namun  manusia adalah mahluk yang kompeleks,kuat namun juga sangat lemah,tekana serta masalah yang dihadapi serta kontrol diri yang kurang baik membuat mental dan psikis mereka terganggu,setiap sistem saraf terhubunng satu dengan yang lain,saling berhubungan bila salah satu saraf mengalami gangguan maka akan berpengaruh tehadap kondisis manusaia tersesbut.
    Rumah Sakit Jiwa GRHASIA ,iya.. seperti namanya “rumah sakit jiwa” di sinilah tempat orang-orang yang kurang bisa dalam pengendalian diri,emosi, dan mengalami ganguan mental di tempatkan. Disinilah mereka di usahakan menjadi manusia yang norma,sehat secara psikis,mental serta  jiwanya agarbisa menjadai manusia atau pribadi yang seperti dulu lagi.
    RSJ GRHASIA disinilah pengalaman baru yang luar biasa bagi saya, melihat dan berinteraksi dengan para pasien RSJ secara langsung tanpa pembatasa, hanya mental serta tekanan dalam berinteraksi dan bertanaya  karna rasa takut akan menyinggung perasaan serta  masalalau yang tak mengenakan  pasien tersebut. Hal ini yang membuat pembatasa antara saya dan pasien RSJ GRHASIA.
   Entah apakah mental saya yang lemah,kurangnya pengtahuan saya akan ganguan jiwa atau karna memanga ini pengalaman pertama berinteraksi dengan mereka, duduk satu meja dan saling bertatap muka dan bertanya jawab.sesuat yang sangat baru bagi saya dan itu luar biasa.
   Setelah mengunjungi RSJ GRHASIA banyak yang saya adapatkan dan juaga banyak yang saya fikirkan. Di ruang SADEWA disinilah interaksi saya dimualai,ruangan yang cukup bagus dengan tempat duduk serta meja buat makan serta tempt tidur yang biasa penuh jeruji pembatas. Di tempati 29 pasien yang beragam dalam masalah gangguan jiwanya.
  Salah satunya yang saya ajak berkomunikasai adalah bapak “S’ yang berumur 23 tahun entah benar atau tidak jawabanya, karna itu jawaban yang saya terima dari bapak “S” tersebut. Bapak “S” saat saya bertanya dia hanya menjawab seperlunay apa yang saya tanyakan tidak seperti pasien lain yang teman-teman lain wawancarai, mereka tanpa di tanya langsung bercerita panjang lebar tentang apapun. Bapak”S”ini cukup baik dalam berinteraksi saat saya tanya kenapa dia bisa masuk ke RSJ ini (pertanyan yang cukup pribadi sebenarnya). Dai menjawab karna tidak dapat mengontrol emosinya dan sering mengamuk kepada siapapun. Namun dai ingat dengan keluarganya, da mempunyai dua saudara laki-laki yang setiap akir pekan sering mengunjunginya serta ayah dan ibu yan dia jg masih ingat namamereka.
    Kegiatan yang diberikanpihaki RSJ GRHASIA kepada pasiennya cukup baik,dari bersih-berih,olahraga,kerohanian biasanya doa seperti itu dll.
    Hal yang saya dapat sekaligus jadi pertanyayan adalah, mereka dulunya sama seperti kita,sehat, bercengkarama dengan lingkunannya, dengan teman-temannya,berrumah tangga setrta bekerja seperti biasa. Namun kini mereka berbeda,bukan berubah secara fisik namun jiwa dan psikis mereka yang berbed kini.
    Apakah sekompleks ini jiwa manusia,apakah sebegitu rumit psikis manusia,emosi manusia,mental manusia serta masalah dan tekannan yang di hadapi manusia. Hingaa manusia bisa mengalami ganguan jiwa yang dulunya sehat sepertikita?.dan mungkin setiap manusia bisa mengalami ganguan jiwa jika pengendalian diri kita tidak seimban.
  Mudah-mudahan  mereka di beri kesehatan dan lekasa sembuh agar bisa berkumpul dengan keluarganya kembali ,walu mungkin agak sulit buat lingkungannya menerimanya kembali karna ada label mantan GANGUAN JIWA. namun itu bukan alasan untuk mereka tidak berkumpul lagi bersama keluarganya saat mere

0 comments:

Post a Comment