20.4.17

KASUS PELECEHAN SEKSUAL DAMPAK RASA KESUNYIAN DI HARI TUA

KASUS PELECEHAN SEKSUAL
DAMPAK RASA KESUNYIAN DI HARI TUA

DELIANA VICRIA NURACHYANI
153104101096
PSIKOLOGI ABNORMAL
Selama kita hidup, didalam keseharian tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan seks. Seksualitas yang terjadi tentunya tidak selalu ada yang sehat, namun ada beberapa penyimpangan yang terjadi di dalamnya.
Penyimpangan seksual merupakan gangguan perkembangan psikoseksual atau penyelewengan fungsi seksual. Penyimpangan bisa terjadi karena adanya faktor genetik (keturunan), pengaruh lingkungan, adanya trauma psikologis dan moral yang rendah. Di masyarakat terdapat banyak sekali penyimpangan seksual, salah satunya yaitu pedofilia.
Pedofilia adalah paraphilia yang melibatkan ketertarikan abnormal terhadap anak-anak. Paraphilia sendiri berarti gangguan yang dicirikan oleh dorongan seksual yang intens berulang, serta fantasi seksual yang umumnya melibatkan: objek bukan manusia; penderitaan atau penghinaan terhadap diri sendiri atau pasangan; atau hewan dan anak-anak.


Contoh kasus :
Seorang kakek (72 tahun) baru dua minggu ditinggal mati oleh istrinya. Ia mengeluh kepada tetangga sebelah bahwa ia tidak sanggup tidur di rumah sendirian karena selalu terkenang pada istrinya. Tanpa menaruh curiga, tetangga menawarkan agar kakek tersebut tidur dengan anak perempuannya yang baru berusia 8 tahun. Anak perempuan itu rupanya juga sangat sayang pada kakek yang “baik hati” dan ia sudah menganggap sebagai kakeknya sendiri. Anak ini sering diberi uang jajan setiap akan pergi ke sekolah. Pada suatu pagi, anak ini menangis ketika buang air kecil karena kesakitan. Ternyata pada organ genitalnya terdapat luka. Setelah ditanya berulang-ulang oleh ibunya, dengan takut-takut si anak menceritakan bahwa ia telah di perlakukan oleh kakek tersebut. Anak tersebut belum mengerti dirinya diapakan oleh si kakek, ia hanya merasa sakit. Selain itu, ia juga mendapat ancaman dari si kakek untuk tidak menceritakan apa yang telah terjadi pada siapapun. Kata kakek, kalau bercerita ia akan dicubit sampai mati. Ketika kakek itu ditanya, ia mengaku bahwa dirinya tidak mampu menahan nafsunya setelah melihat rok anak tersebut tersingkap sewaktu tertidur.
Kesimpulan :
Pedophilia mungkin merasa impoten atau merasa tidak mampu untuk melampiaskan nafsu birahinya kepada wanita dewasa. Biasanya, kecenderungan ini muncul setelah pertengkaran dengan istri atau direndahkan oleh teman-temannya. Akan tetapi pada kasus ini perilaku seksual yang dilampiaskan terhadap anak tersebut bisa disebabkan oleh karena istri meninggal dunia dan kurang berani untuk melampiaskan nafsu tersebut pada wanita dewasa diluar pernikahan. Moral yang rendah pada kakek ini pun merupakan salah satu faktor penyebab perilaku tersebut. Kecuali itu, kebencian, kemarahan, dan dendam terhadap wanita juga akan melatarbelakangi perilaku pedophilia.
Dalam hal ini, terdapat kombinasi antara  regresi, takut impoten, hambatan moral dan erotis yang lebih rendah, kesempatan yang terbatas untuk mendapatkan pasangan seksual yang wajar.
Rasa kesunyian di hari tua, baik sebagai orang tua atau kakek, mendorong seseorang untuk menguasai atau menarik perhatian anak-anak tetangga atau bahkan cucunya sendiri. Disisi lain, anak-anak belum mengerti sama sekali akan mekanisme koitus, sehingga mereka menginterpretasikan pendekatan “kakek” sebagai salah satu bentuk rasa kasih sayang yang diberikan orang dewasa kecuali orang tuanya sendiri. Anak-anak tidak memahami bahwa perlakuan kakek merupakan usaha perkosaan.
Pedofil sangat sulit disembuhkan. Oleh sebab itu yang terpenting adalah melindungi anak dari bahaya pedofil. Anak harus diajarkan untuk menolak bila ada yang melakukan hal-hal itu kepadanya, meski anak mengenal si pelaku. Orang tua juga harus peka terhadap perubahan yang terjadi pada anak. Hati-hati bila anak jadi enggan masuk ke toilet, mengeluhkan sakit pada alat kelaminnya, atau menolak untuk digendong dengan alasan sakit meski ia tidak dapat menyebutkan bagian tubuh yang sakit. Cari tahu penyebabnya bila anak yang tadinya ceria namun kini rewel, gelisah, dan mudah menangis, apalagi bila hal ini ditampilkan saat berhadapan dengan orang tertentu yang sebelumnya cukup akrab dengannya. Tanyakan lebih lanjut bila anak menghindari tempat-tempat tertentu yang sebelumnya ia sukai. Demikian pula bila anak kini bersembunyi tiap kali melihat orang yang sebelumnya cukup dekat dengannya.
Sumber :
Fausiah, fitri. Julianti, Widury. 2008. Psikologi Abnorma-Klinis Dewasa. Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia

https://phedopil.wordpress.com/phedopilia/

0 komentar:

Posting Komentar