23.4.17

FANATISME SEPORTER INDONESIA


MENJAGA FANATISME SEPORTER BOLA DI INDONESIA
PSIKOLOGI SOSIAL
ASEP SINGGIH WIJANARKO (16.310.410.1158)
    Bulan april ini mungkin menjadi bulan – bulan yang paling di tungg oleh pecinta olaharaga sepak boal di tanah air. Pasalnya kompetisi resmi sepakbola di indonesia resmi bergulir.
    Tangga 15 april 2017 menjadi sebuah sejarah bagi dunia persepakbolaan indonesia setelah aetahun lamanya FIFA sebagai induk sepak bola tertinggi dunia menjatuhkan saksi pembekuan induk sepak boala tanah air PSSI di karenakan faktor  internal dan interfensi pemerintah.
     Idonesia merupakan salah satu basis seporter ter besar dan ter”fanatik” di dunia di karenakan penduduk indonesai sangat banyak dan juga sepk bola menjadi olah raga terfaforit di tanah air.
    Namun tidak jarang kesukan mereka terhadap sepak bola berujung dengan bentrokan atar seporter,banyak kejadian yang merugiakan piha penyelengara pertandianag dan tim tuan rumah serta maasyarakat sekitar, dikarenakan ke “fanatikan” mereka terhadap klubnaya masing-masing.
    Pengertian dari “fanatisme” adalah suatu Fanatisme adalah suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu, yang positif atau yang negatif, pandangan yang tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapidianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah.
    Fanatisme dipandang sebagai penyebab menguatnya perilaku kelompok yang tidak jarangdapat menimbulkan perilaku agresi. Individu yang fanatik akan cenderung kurangmemperhatikan kesadaran sehingga seringkali perilakunya kurang terkontrol dan tidak rasional.
Sebagian ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa sikap fanatik itu merupakan sifat natural(fitrah) manusia,Dikatakan bahwafanatisme itu merupakan konsekwensi logis dari kemajemukan sosial atau heteroginitasdunia, karena sikap fanatik tak mungkin timbul tanpa didahului perjumpaan duakelompok sosial.
    Fanatisme terhadap sesuatu tak melulu merugikan seperti halnya dalm duia sepak bola,fanatisme seporter malah menjadi modal bagi klub-klub yang di dukug klompok-klompok fanatik tersebut di karenakan jumlah kehadiran seporter fanatik juh lebih banyak dalm yang ber imbas ke penjualan tiket dan penuhnya stadion.
  Seperti ssalah satu seporter klub di DIY yaitu BCS (brigita curva sud) seporter klub PSS seleman ini di anugarahi sebagai seporter terbaik di kawasan asia versi Copa90.
   Memang jika fanatisme bisa di kelola dengan baik maka dapat menambah pemasaukan dan ke untungan bagi klub yang di dukungnya karna klub memperoleh keuntungan dari penjualan tiket,seponsor dan hak siar televisi,jumlah fans yang besar akan menarik seponsor untuk minvestasai di klub tersebut begitu juga penjualan tiket akan habis jika seporter berdatangan memenuhi stadion.
  Mari kita jaga bersama – sama seportifitas antar seporter sebagi modal untuk memajukan dunia seak boala tanah air yang lebih maju dan prefesionl.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bola.com/indonesia/read/2916255/semen-padang-kritik-jadwal-dan-waktu-kick-off-liga-1-2017 (diakses pada 22 april 2017.23.13)
http://www.academia.edu/4911905/Teori_yang_Mendasari_Fanatisme (diakses pada 22 april 2017.23.37)

0 comments:

Post a Comment