23.4.17

EFEK KEHADIRAN INDIVIDU LAIN TERHADAP TINGKAH LAKU



EFEK KEHADIRAN INDIVIDU LAIN TERHADAP TINGKAH LAKU


NURUL WIDIASTONI
163104101152
PSIKOLOGI SOSIAL
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45

                Di dalam melakukan aktivitas individu tentunya memiliki tujuan yang hendak di capai. Tujuan akan mengarahkan individu pada tingkah laku yang berbeda-beda. Namun, tingkah laku individu bisa di pengaruhi oleh kehadiran individu lain di sekitarnya.  Manusia di ciptakan sebagai mahluk sosial,yang tak bisa lepas dari berkumpul  dan berhubungan dengan orang lain. Sehingga tingkah laku yang di munculkan tidak lepas dari keterkaitan dengan orang lain. Adanya orang lain menimbulkan  kompetisi sehingga merangsang peningkatan energi atau performa. Keberadan orang lain memfalisitasi kinerja individu menjadi lebih baik. Akan tetapi tak selamanya kehadiran orang lain bisa memfalisitasi kinerja individu menjadi lebih baik.

Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menjumpai fakta bahwa tingkah laku yang di ungkapakan oleh individu pada saat sendirian berbeda dengan tingkah laku yang di ungkapkan pada saat bersama-sama dengan individu lain. Seorang pelari contohnya ,berlari lebih cepat pada saat berlari bersama pelari-pelari lain di banding pada saat berlari sendirian. Fakta ini menunjukkan bahwa kehadiran orang lain memiliki efek motivasional terhadap tingkah laku seseorang. Dalam ilmu psikologi efek motivasional kehadiran individu-individu lain terhadap tingkah laku individu itu telah mendapat perhatian dan di jadikan bahan penelitian sejak permulaan abad ke 20 ini (zajonc,1972).

Zajonc (1965) memperkenalkan teorynya yang di sebut DRIVE TEORY , menurut teory ini kehadiran orang lain menyebabkan individu berada pada kondisi siaga sehingga terjadi rangsangan atau peningkatan motivasi. Rangsang tersebut berfungsi sebagai pendorong (drive) munculnya respon dominan (sering muncul kebiasaan) pada situasi itu. Jika respon dominan benar (tingkah laku/tugas serasa mudah), maka kehadiran orang lain meningkatkan performa. Sebaliknya ,jika respon dominan salah (sulit), maka kehadiran orang lain menurunkan performa.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa adanya orang lain, dalam hal ini kelompok,berakibat mempengaruhi individu. Performa individu dapat meningkat dengan adanya kelompok (fasilitasi sosial), atau malah menurun (inhibisi sosial). Tak selamanya kehadiran orang lain atau kelompok mampu memfasilitasi individu. Contoh: seorang pasangan sebut saja budi dan ani yang akan memperlangsungkan pernikahan, sedang makan malam bersama. Kehadiran orang tua dan adik-adik budi membuat ani menjadi siaga dan membuat ani termotivasi untuk menerapkan table manner. Jika ani mudah melakukan table manner , kehadiran keluarga rudi makin meningkatkan kemampuan table manner-nya. Namun, jika ternyata sulit,maka table manner ani semakin buruk.



Kehadiran orang lain (kelompok) sangat lah bermanfaat bagi kehidupan seseorang, sebagai penunjang segala kebutuhanya. Oleh karena itu, carilah seseorang atau kelompok yang bisa memberi motivasi atau energi positif. Seseorang yang bisa membuat  semangat dan produktif. Seperti contoh di dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang telah di tetapkan deadline nya. Tugas itu di publikasikan ke sebuah blog atau di kirim by email. Ketika ada salah satu teman yang sudah mengerjakan dan sudah mengirim, tentunya kita akan merasa tidak tenang dan terdorong untuk segera menyelesaikan tugas-tugas itu. Kita akan beranggapan dia sudah mengirim tugas , kenapa aku kok belum,dia bisa mengerjakan tugas secepat itu tapi kenapa aku kok lambat dsb.



DAFTAR PUSTAKA

Sarlito dan Eko. (2012). Psikologi Sosial. Salemba Humanika.










           
           

0 comments:

Post a Comment