15.4.17

PSIKOLOGI UMUM II : DEPRESI PADA ANAK

Depresi pada Anak




Oleh : 
TASA ASTIYANI
16. 310. 410. 1149

Satu dari lima anak akan mempunyai gangguan mental, emosional, atau behavioural yang bisa didiagnosa. Dan sampai satu dari sepuluh anak mungkin menderita gangguan emosional serius. Namun, 70% anak tidak menerima kesehatan mental ( SGRMH, 1999 ). Gangguan hiperaktivitas dan kekurangan perhatian ( ADHD ) merupakan salah satu gangguan paling umum pada anak-anak, yang mempengaruhi 3 sampai 5% anak usia sekolah ( NIMH, 1999 ). Sebanyak 1 dalam setiap 33 anak dan satu dalam 8 remaja mungkin mengalami depresi. Bunuh diri adalah sebab kematian terbesar ketiga bagi orang usia 15 sampai 25 tahun dan sebab kematian terbanyak keenam bagi anak 5 sampai 14 tahun. Angka anak yang berusaha bunuh diri bahkan lebih tinggi lagi ( AACAP, 1997 ).
Depresi bisa muncul dari sebuah kombinasi kerentanan genetik, pengembangan masa awal yang kurang optimal, dan mrnampakkan tanda-tanda mengidap stres. Bagaimana seorang anak menanggapi berbagai pencetus stres yang bermacam-macam itu adalah berbeda ( ada masing-masing anak dan hal itu tergantung pada kepribadian dan situasi sang anak sendiri. Banyak anak menjadi pendiam dan tidak terbuka terhadap orangtua tentang apa yang salah dan apa yang salah dan apa yang tengah mengacaukan diri mereka. Gejala-gejalanya tampak tidak terdeteksi yang disebabkan karena kecenderungan depresi mempunyai serangan yang insidental terhadap diri anak, karena gejala-gejalanya mungkin berfluktuasi intensitasnya ( Hazel, 2002 ).
Ada beberapa cara mengatasi depresi pada anak, seperti :
1. Berikan pendekatan pada anak dan tunjukkan rasa kasih sayang.
2. Berikan rasa aman dan nyaman terhadap anak.
3. Membantu anak dengan masalah yang dialaminya.
4. Berikan motivasi yang lebih agar anak tidak mudah putus asa.
5. Membangun dan mengembangkan rasa percaya diri anak.


Sumber : 
V. Sokolova, Irina. (2014). Kepribadian Anak. Yogyakarta : Katahati.

0 comments:

Post a Comment