15.4.17

DEPRESI BERAT MEMBUAT YAKIN UNTUK BUNUH DIRI



DEPRESI BERAT MEMBUAT YAKIN UNTUK BUNUH DIRI

Nama    : Yona Sahputri Luspartiwi
NIM       : 16.310.410.1136
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
Akhir-akhir ini kita sering mendengar kematian sesorang karena bunuh diri , dari usia remaja hingga yang dewasa , berstatus sepasang kekasih , janda, duda , mempunyai suami/istri . faktor ekonomi,  faktor sosial , cinta , sekolah , keluarga dll yang membuat seseorang itu depresi dan memutuskan untuk bunuh diri . mungkin mereka fikir bunuh diri adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.  
Depresi adalah gangguan psikologis yang paling umum ditemui (Rosenhan & Seligman,1989). Depresi merupakan gangguan yang terutama ditandai oleh kondisi emosi sedih dan muram serta terkait dengan gejala-gejala kognitif, fisik, dan interpersonal (APA, 1994). Dalam depresi yang berat, distorsi kognitif ini mengarah pada
membayangkan (ideasi) bunuh diri dan  kadang bahkan pada percobaan bunuh diri (Rosenhan & Seligman, 1989).

Di tahun 1997, bunuh diri adalah penyebab kematian nomor tiga pada populasi usia 10
sampai 24 tahun. Pada remaja yang menderita gangguan depresi mayor, ada 7 persen yang bunuh diri di usia dewasa muda (NIMH, 2000). Steinberg (2002) bahkan menyebut bahwaada10 persen remaja Amerika yang pernah mencoba bunuh diri setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Padahal jika kita berfikir untuk lebih kedepnnya, bunuh diri bukan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah, akan tetapi kita masih bisa menghadapi masalah itu dengan diskusi  berbicaradengan seseorang yg bisa membantu kita untuk menyelesaikan maslah yg kita alami .
Gejala yang ditimbulkan apabila seseorang terkena depresi juga sangat banyak. Namun, secara umum depresi biasanya disebabkan oleh menurunnya produktifitas kerja, mudah merasa lelah, susah konsentrasi, kehilangan rasa percaya diri, sensitive, merasa dirinya tidak berguna, perasaan terbebani dan gangguan pola tidur.  cara mengatasi depresi  yang bisa kita lakukan adalah dengan rutin berolahraga, berjalan-jalan, tersenyum dan tertawa, berfikir dengan positif, bercerita, bersosialisasi, cukup tidur  percaya dengan TUHAN YME .
DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association. 1994. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 4th ed. Washington, D.C.: American Psychiatric Association.

 Blatt, S.J. 1995. The Destructiveness of Perfectionism: Implications for the
Treatment of Depression. American Psychologist. 50, 1003 – 1020.

0 comments:

Post a Comment