15.4.17

Dampak Perceraian Bagi Anak



                           Dampak perceraian bagi anak



Nama : Pipit Rahmania Khajati 
NIM   : 16.310.410.1134
Psikologi Umum II
Dalam kehidupan berumah tangga tentunya tidak lepas dari permasalahan-permasalahan yang terjadi, namun sebesar–besarnya suatu masalah pasti akan menemukan titik terang dalam menyelesaikan masalahnya. Perceraian bukanlah satu–satunya jalan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dalam keluarga
Sebab-sebab perceraian
Pada umumnya kasus perceraian dilatarbelakangi oleh faktor-faktor tertentu, antara lain:
 Perbedaan prinsip Kekerasan dalam rumah tangga, Keadaan ekonomi, Perselingkuhan.
Komunikasi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh suami istri. Komunikasi yang intensif akan membuat ikatan keluarga menjadi harmonis dan terjalin kuat, sebaliknya jika komunikasi tidak diperhatikan akan menimbulkan masalah bahkan menyebabkan terjadinya perpecahan.
Ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
Di antara dampak negatif  dari kasus perceraian terhadap pendidikan dan perkembangan anak dapat disimpulkan sebagai berikut:
Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan tuntutan pendidikan orang tua, terutama bimbingan ayah, karena ayah dan ibunya masing-masing sibuk mengurusi permasalahan mereka.
Kebutuhan fisik maupun psikis anak menjadi tidak terpenuhi, keinginan harapan anak-anak tidak tersalur dengan memuaskan, atau tidak mendapatkan kompensasinya.
Anak-anak tidak mendapatkan latihan fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk hidup susila. Mereka tidak dibiasakan untuk disiplin dan kontrol diri yang baik.
Perceraian orang tua diperkirakan mempengaruhi prestasi belajar anak, baik dalam bidang studi agama maupun dalam bidang yang lain. Salah satu fungsi dan tanggung jawab orang tua yang mendasar terhadap anak adalah memperhatikan pendidikannya dengan serius.
 Menurut Sanchez perceraian dapat meningkatkan kenakalan anak-anak, meningkatkan jumlah anak-anak yang mengalami gangguan emosional dan mental, penyalahgunaan obat bius dan alkohol di kalangan anak-anak belasan tahun serta anak-anak perempuan muda yang menjadi ibu diluar nikah.   Mempengaruhi pembentukan kepribadian anak.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah: sebelum memutuskan untuk bercerai, hendaknya orang tua memikirkan permasalahan yang terjadi dan mencari solusi yang tepat dengan mempertimbangkan dampak-dampak negatif yang akan terjadi terutama pada anak. Namun, jika perceraian sudah terjadi hal yang pertama harus dilakukan oleh orang tua adalah menerangkan kepada anak-anak kenapa perceraian itu terjadi. Di masa yang sama, hubungan yang erat dan perhatian terhadap anak tetap perlu di jaga dan diperhatikan baik itu berkaitan dengan kebutuhan anak sehari-hari yang bersifat finansial maupun tidak, termasuk juga perhatian terhadap prestasi belajar anak. Orang tua pun tetap menjaga hubungan baik meskipun sudah bercerai, artinya tidak ada lagi persengketaan-persengketaan yang berlanjut sehingga anak tidak segan untuk tetap menjalin hubungan baik dengan orang tua atau tidak membenci salah satu dari kedua orang tua.


Admazida, Rizka. <http://www.merdeka.com/gaya/7-faktor-penyebab-perceraian.html> diakses pada tanggal 16 oktober 2012.
Effendi, Satria. Makna, Urgensi dan Kedudukan Nasab dalam Perspektif  Hukum Keluarga  Islam, Jakarta: Artikel Jurnal Mimbar Hukum, Al-Hikmah dan DITBINBAPERA Islam No. 42 Tahun X 1999.


0 comments:

Post a Comment