23.4.17

BURUKNYA PRILAKU TERSANGKA KASUS KORUPSI



BURUKNYA PRILAKU TERSANGKA KASUS KORUPSI


NURUL WIDIASTONI
163104101152
PSIKOLOGI SOSIAL II
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45

Korupsi yang terjadi di negara ini sudah sangat melampaui ambang batas kemanusiaan. Para pelaku korupsi sudah tidak segan-segan lagi melakukan korupsi secara terang-terangan. Tanpa mengedepankan kepentingan rakyat maupun negara. Mereka memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri sendiri. Mereka rela memakan uang rakyat, padahal banyak dari rakyat indinesia yang  butuh bantuan yang masih berada di garis kemiskinan. Sungguh sangat ironis sekali, mereka bersenang-senang di atas penderitaan jutaan orang. Akibatnya kesejahtraan rakyat menjadi tertunda dan merugikan negara.
            Banyak dari tersangka kasus korupsi mereka adalah orang-orang yang sangat religius. Mereka menutupi prilaku jahatnya dengan melakukan pencitraan religius. Entah itu sebelumnya memang sangat religius sehingga tidak kuat menahan godaan untuk korupsi, atau sebagai tutup dari perilakunya, atau pun juga sebagai jalan pertaubatan. Kalau di pandang dari sisi psikologis, di kenal dengan istilah defend mekanisme.
            Menurut teory genetik, yaitu pendekatan biologi atau genetik ini menekankan kepada naluri (bawaan) dan perbedaan genetik (fisik) terhadap prilaku sosial. Pengaruh faktor biologis ini di tekankan oleh Charles Darwin, Mc Dougall, Konrad Lorentz, dan Sigmund Freud. Faktor bawaan adalah faktor biologis yang di turunkan melalui pewarisan genetik oleh orang tua. Pewarisan ini terjadi pada saat terjadi pembuahan. Kromosom adalah partikel seperti benang yang sangat kecil yang di sebut gen. Gen inilah pembawa ciri bawaan yang di wariskan oleh orang tua. Gen ini membawa warisan petunjuk untuk produksi protein yang mengatur proses fisiologis tubuh dan penampakan sifat-sifat fenotipe : bentuk tubuh , kekuatan fisik, kecerdasan, dan berbagai pola prilaku lainya. Karakteristik inilah yang membedakan manusia dengan hewan. 
            Kasus korupsi pejabat negara saat ini bisa di masukkan ke dalam teory ini, di karenakan adanya sifat egois dan ketamakan manusia untuk memenuhi kebutuhan pribadinya tanpa memikirkan orang lain. Tindakan korupsi bisa di lakukan oleh siapapun karena naluri bawaan manusia cenderung tidak pernah puas terhadap yang di milikinya dan ada keinginan memperkaya diri. Mungkin bisa saja para pejabat itu memiliki genetik lebih dominan nilai egoisnya sehingga bisa membuat orang lain sengsara.
            Korupsi juga sesuai dengan tipologi sosial Erich Fromm yang dibagi dalam 2 karakter sosial dan yang mendominasi dari kepribadian seorang koruptor adalah nonproductiviness (hidup yang berorientasi pada negatif) hal itu juga masih dibagi dalam 5 kategori, yaitu :
1. Receptive adalah orang dependen , pasif , tidak mampu melihat hubungan antara perbuatan dengan hasilnya.
2. Hoarding adalah orang yang menarik diri dari dunia eksternal, menyimpan hasil kerja untuk diri sendiri atau kikir, dan semaunya sendiri.
3. Eksplotatif adalah mengambil dari orang lain dengan kekuatan dan tipu muslihat. Mereka tidak menghasilkan sesuatu dengan keringatnya sendiri tetapi memanfaatkan orang lain.
4.Marketing adalah dengan menjaga penampilan tetap menarik agar layak jual .   Tidak benar- benar peduli dengan orang lain, yang hanya dipandang sebagai sumber potensial yang memberi keuntungan
5.Necrophilous adalah orang yang senang akan penderitaan orang lain, kerusakan dan kehancuran. Menyelesaikan masalah dengan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.(alwisol, 2011) .

DAFTAR PUSTAKA
Sugihartono, Dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press
Alwisol (2011). Psikologi Kepribadian . Malang: UMM Press.
kepribadian-koruptor-dalam-ranah-psikologi_54f76658a3331145398b4701
               

0 comments:

Post a Comment