14.4.17

BAGAIMANA CARA MENGUBAH SAMPAH MENJADI SAHABAT MASYARAKAT?

BAGAIMANA CARA MENGUBAH SAMPAH MENJADI SAHABAT MASYARAKAT?
DELIANA VICRIA NURACHYANI
15.310.410.1094
PSIKOLOGI LINGKUNGAN

    Indonesia adalah Negara pemasok sampah terbanyak kedua di dunia, kesadaran masyarakat terhadap sampah pun kini masih perlu di perhatikan. Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja. Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit dan sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan masyarakat jika masyarakat tidak mulai bertindak untuk mengurangi sampah yang dihasilkan.


Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya. Untuk itulah penanganan masalah sampah harus dimulai dari sumbernya yaitu dengan cara mengolah sampah.

Lalu, bagaimana kita
mengolah sampah yang semakin menumpuk?
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, daur ulang, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau estetika. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam (resources recovery). Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat.
Praktik pengelolaan sampah berbeda beda antara negara maju dan negara berkembang, berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan dan antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.
      Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal, di antaranya tipe zat sampah, lahan yang digunakan untuk mengolah, dan ketersediaan lahan. Dalam mengolah sampah perlu kesadaran tersendiri dari masyrakat, namun kenyataannya banyak masyarakat yang enggan memperhatikan masalah sampah yang terkesan bahwa sampah adalah suatu yang menjijikan dan menimbulkan penyakit. Bahkan masyarakat kurang menyadari bahwa sebagian sampah yang menjijikan sebenarnya bisa  berguna dan bernilai ekonomis. Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:
      Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (pemanfaatan sampah), atau
Mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.
Proses pemilahan sampah yang masih memiliki nilai secara materiil untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang (reuse). Daur ulang pun tak cukup untuk mendorong masyarakat untuk mengolah sampah tersebut dengan berbagai alasan seperti jijik dalam memilah sampah, malas memilah sampah sampai bingung sampah tersebut akan di dur ulang seperti apa?
Nah, adakah kegiatan yang mendorong masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mengelola sampah ini selain mendaur ulang?
Sumber :
Azwar (1990). Defenisi Pengelolaan Sampah. Jakarta: Rineka Cipta

0 comments:

Post a Comment