14.4.17

ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM 2 : STRES DI TEMPAT KERJA

STRES DI TEMPAT KERJA



NAMA             : RATIH SETIYANINGSIH
NIM                 : 16.310.410.1140
MATA KULIAH: PSIKOLOGI UMUM 2
            Hampir disetiap kondisi pekerjaan bisa menyebabkan stres. Stres ditempat kerja ada kalanya berguna untuk menimbulkan persaingan yang dinamis didalam rangka meningkatkan kinerja, tetapi dapat juga merupakan penghalang bagi kreatifitas  dan prestasi kerja jika stres tidak dikelola dengan baik. Jika tidak ada stres, tantangan kerja juga tidak ada, prestasi kerja cenderung rendah, sejalan dengan meningkatnya stres, prestasi kerja juga naik, karena stres membantu staff untuk mengerahkan segala sumber daya dalam memenuhi berbagai persyaratan atau kebutuhan pekerjaan.
            Menurut Spielberg (dalam Imatama, 2006:17), menyatakan bahwa stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya objek-objek dalam lingkungan atau stimulus yang secara obyektif adalah bahaya. Stress juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang.
Menurut Nimran (dalam Siregar,2006:17), ada beberapa alasan mengapa stres yang berkaitan dengan sebuah organisasi perlu diangkat ke permukaan pada saat ini. Diantaranya adalah : masalah stress adalah masalah yang akhir-akhir ini sering dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produktifitas kerja karyawan. Selain dipengaruhi oleh factor –faktor yang bersumber dari luar organisasi, stres juga banyak dipengaruhi oleh factor-faktor yang berasal dari dalam organisasi. Oleh karenanya perlu disadari dan dipahami keberadaannya. Pemahaman akan sumber-sumber stres yang disertai dengan pemahaman terhadap cara-cara mengatasinya, adalah penting sekali bagi karyawan dan siapa saja yang terlibat dalam organisasi demi kelangsungan organisasi yang sehat dan efektif. Banyak diantara kita yang hampir pasti merupakan bagian dari satu atau beberapa organisasi, baik sebagai atasan maupun sebagai bawahan, pernah mengalami stres meskipun dalam taraf yang amat rendah. Di zaman kemajuan di segala bidang seperti sekarang ini menuntut manusia  untuk mempunyai kinerja yang lebih baik. Peralatan kerja semakin modern dan efisien, dan di lain pihak beban kerja di satuan – satuan organisasi juga semakin bertambah sehingga menuntut energy karyawan lebih besar dari sebelumnya. Dampak dari fenomena ini adalah stres kerja yang meningkat.
            Contohnya, profesi perawat yang setiap hari bertemu dan berhadapan dengan berbagai masalah kesehatan yang dihadapi oleh klien yang dirawat berpotensi menimbulkan stress kerja jika tidak diantisipasi. Dalam menjalankan peran fungsi dan tugasnya perawat tidak saja menghadapi orang yang sedang sakit yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi juga berhadapan dengan berbagai masalah diantaranya dengan keluarganya, peraturan, prosedur, birokrasi dam tim kesehatan lainya yang semua itu memerlukan ketahanan fisik dan mental sehingga perawat dapat mengurangi atau menghindari efek stres yang ditimbulkan.
            Kesimpulan, stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang dimana ia terpaksa memberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan eksternal (lingkungan). Kelola stres sebagai kondisi yang dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi kerja.

DAFTAR PUSTAKA :
Imatama, Zuhrina. (2006). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Medan: Program Strata-1 Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara.
Siagian, Sondang P.(2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:Bumi Aksara.
Rasmun, (2004).Stres, Koping dan Adaptasi. Jakarta:CV. Sagung Seto.




0 comments:

Post a Comment