14.4.17

ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM 2 : MENJADI TUA, SEHAT DAN BAHAGIA

 MENJADI TUA, SEHAT DAN BAHAGIA


NAMA             : RATIH SETIYANINGSIH
NIM                 : 16.310.410.1140
MATA KULIAH: PSIKOLOGI UMUM 2

            Menjadi tua adalah sebuah proses alamiah dan tidak ada seorang pun yang dapat menghindari. Suka-tidak suka, mau-tidak mau, siap-tidak siap, tubuh manusia akan semakin menua dengan disertai bermacam perubahan sebagai konsekuensinya. Berbagai penurunan baik fungsi fisik maupun mental yang terjadi pada lansia membuat banyak orang khawatir saat mulai memasuki masa usia lanjut. Mereka tidak hanya mengkhawatirkan tentang perubahan fisik, tetapi juga memikirkan tentang kelangsungan hidup, keluarga dan masa depan, bahkan kematian. Jika lansia tidak siap dengan berbagai perubahan tersebut, maka sangat besar kemungkinan ia merasakan ketidakbahagiaan dalam masa tuanya.
            Hasil penelitian Paul, dkk. (2007) menunjukan bahwa secara umum individu berusia 80 tahun ke atas yang memiliki masalah kesehatan dan ketidakmampuan beraktivitas cenderung lebih pesimis memandang hidup, memiliki persepsi negative terhadap kesehatan, dan memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Ketidakberhasilan lansia dalam menyesuaikan diri dengan perubahan akan memunculkan emosi-emosi negative seperti mudah marah, suka bertengkar, cemas berlebihan dan merasa kecewa. Sebaliknya, lansia yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kemunduran yang dialaminya akan memunculkan perasaan positif, seperti merasa bahagia, merasa berguna, semangat menjalani hidup, dan tetap berusaha memanfaatkan waktu seefektif mungkin dengan terlibat dalam aktivitas yang disenanginya.
Teori kontinuitas (Atchley dalam Pappalia,dkk.,2008) menekankan pada kebutuhan  individu untuk mempertahankan hubungan antara masa lalu dan masa kini. Dalam hal ini bukan berarti lansia tetap mempertahankan semua aktivitas dan menjalani hidupnya seperti pada masa muda , tetapi lansia dibantu untuk memilih dan mempertahankan beberapa aktivitas  di masa lampau yang sesuai dengan kondisinya sekarang.
Roswita (2005) yang melakukan penelitian tentang successful aging menemukan bahwa ada beberapa factor yang berperan dalam successful aging, yaitu kondisi kesehatan yang cukup baik, kemampuan untuk tetap mandiri,  adanya kegiatan diluar lingkungan keluarga, optimisme hidup, adanya dukungan dari keluarga dan teman-teman, serta penerimaan diri positif tentang kondisi usia lanjut.
Hal ini sejalan dengan pendapat Berk  (Suardiman, 2011), dengan beberapa tambahan yaitu adanya perasaan spiritual dan keyakinan yang matang, harapan akan kematian dengan ketenangan dan kesabaran. Memang tidak sedikit lansia yang di akhir masa tuanya lebih meningkatkan perasaan spiritualnya, menikmati kehidupan, dan mensyukuri apa yang dialaminya sebagai pemberian Tuhan.
            Contoh pemberian layanan dalam mewujudkan lanjut usia yang sehat, mandiri dan berdaya guna dengan pembentukan Posyandu Lansia. Ada banyak kegiatan yang difasilitasi oleh Posyandu Lansia, antara lain pemeriksaan kesehatan, senam lansia , rekreasi, pengajian atau ibadah bersama dan sebagainya. Selain itu, lansia masih bisa melakukan banyak kegiatan yang lain, baik kegiatan pribadi, kegiatan di Posyandu, kegiatan perkumpulan lansia maupun terlibat dalam kegiatan lain yang diadakan masyarakat atau pemerintah.
            Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan lansia memang akan terus meningkat seiring semakin tingginya usia harapan hidup. Namun, bukan berarti lansia semata-mata akan menjadi beban bagi penduduk usia muda dan Negara. Lansia tetap bisa berguna dan berdaya , bahkan sebagai sosok yang memiliki banyak pengalaman, lansia bisa menjadi pihak penting sebagai sumber ilmu nan bijak untuk kemajuan dan kebaikan masa depan kita semua.


DAFTAR PUSTAKA :
Febriani, Arum. (2012). Psikologi untuk Kesejahteraan Masyarakat. Pustaka Pelajar:Yogyakarta.




0 comments:

Post a Comment