14.4.17

ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM 2 : BAHAGIA DALAM PIKIRAN POSITIF


BAHAGIA DALAM PIKIRAN POSITIF


NAMA             : RATIH SETIYANINGSIH
NIM                 : 16.310.410.1140
MATA KULIAH: PSIKOLOGI UMUM 2
           
              Setiap orang sering kali memiliki pikiran negatif yang menjadikan pesimis, ragu – ragu dan memiliki ketakutan dalam bertindak. Belum lagi banyak masalah dan rintangan yang membuat kita bersedih dan berpikiran negatif sehingga usaha kita untuk bahagia menjadi terhalang. Cobaan hidup memang membuat kita terjebak dalam emosi dan pikiran negatif, dan itulah  yang membuat menjadi tidak bahagia. Kehidupan tidak lebih dari sebuah perjalanan untuk menikmati keindahannya dengan hati yang penuh bahagia. Kemampuan diri untuk menikmati semua sisi keindahan hidup, akan membuat diri selalu berjalan ke depan untuk menemukan hal-hal yang jauh lebih indah dari hari ini.
Keluar dari sarang pikiran negatif, karena pikiran negatif tidak pernah memberikan rasa bahagia dalam pikiran. Untuk itu, jaga dan perkuat pikiran positif. Raih bahagia sejati bersama sikap hidup dalam jiwa yang besar.
            Menurut Aristoteles, kebahagiaan itu bukan potensi atau keadaan melainkan kegiatan. Seseorang harus menciptakan kebahagiaannya sendiri dengan kehendaknya yang bebas. Jadi tidak dibenarkan menunggu kebahagiaan datang tanpa adanya suatu aktivitas atau persepsi positif yang membahagiakan.
Menurut psikolog sekaligus penulis buku psikologi komunikasi Prof Dr Jalaluddin Rahmat, pikiran seseorang itu ajaib karena dapat mengubah kehidupan. Ia dapat mengubah kebahagiaan menjadi kesedihan, begitu juga sebaliknya, kesedihan dapat diubah jadi kebahagian, semua bergantung pada apa yang seseorang pikirkan.
Dengan berpikir positif, seseorang dapat melahirkan sikap optimis. Sikap seperti inilah yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Stress pun bisa berakibat baik jika mampu mengelolanya dengan cara yang positif.
Banyak orang beranggapan bahwa berpikir positif itu sulit, terlebih di tengah himpitan beban hidup yang semakin meningkat. Padahal, berpikir positif itu bisa dilatih. Bagaimana cara melatihnya?
Pertama, mulailah dari hal kecil pada pagi hari, seperti tersenyum saat melihat matahari terbit dan berkata, “ Terima kasih Tuhan atas hidup yang masih Kau beri.” Konon, cara simple ini memiliki pengaruh besar dalam menimbulkan sikap positif seseorang pada hari itu.
Cara kedua yang bisa melatih  kita berpikir positif, yaitu dengan meningkatkan selera humor. Bisa dengan menonton film komedi atau bergaul dengan orang yang humoris. Berdasarkan beberapa penelitian, orang yang memiliki selera humor yang tinggi jauh lebih bahagia dan dapat meminimalkan stress dalam dirinya.
Pada dasarnya, setiap peristiwa  atau kejadian sifatnya netral. Adapun yang membuat dia positif atau negative adalah cara berpikir seseorang. Sebagai contoh, peristiwa patah hati yang hampir semua orang alami dapat disikapi secara positif  jika kita mampu mengambil sisi baik dari situ.
Patah hati kan  biasa, mungkin nanti ada yang lebih baik daripada dia. Pemikiran seperti ini dapat membangkitkan kembali semangat seseorang. Namun, jika patah hati disikapi dengan kesedihan berlarut-larut, tentu saja hasilnya pun tidak baik. Orang itu akan diam di tempat dan hidupnya berunjung pada kesedihan.
Sering melakukan introspeksi diri juga dapat menumbuhkan sikap positif. Dengan cara ini, seseorang akan mengenali dirinya sendiri, menerima segala kelebihan maupun kekurangannya.
            Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa berpikir berpikir positif akan membuat diri jauh lebih kuat dan lebih mampu daripada yang pernah dibayangkan. Bila pikiran positif menguat untuk memimpin diri dan ego menjadi terkendali di dalamnya, maka kesadaran hidup akan membimbing diri menuju ketenangan dan kebahagiaan sejati.


DAFTAR PUSTAKA :
Devianti, Irena. (2014). Tips Trik Kilat Menciptakan Pikiran dan Kepribadian Positif. Yogyakarta:Parasmu.



0 comments:

Post a Comment