9.4.17

ARTIKEL: PSIKOLOGI (MENDENGAR ADALAH MENJALIN KONEKSI)

ARTIKEL:  PSIKOLOGI (MENDENGAR ADALAH
MENJALIN KONEKSI)

Nama Mahasiswa: Irwanto
NIM. 16.310.410.1125
Mata Kuliah: Psikologi Industri dan Organisasi

Fakultas Psikologi
Program Studi Psikologi Umum
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Pemahaman tentang kata mendengar terkesan seolah suatu kata kerja yang terkesan pasif, padahal mendengar dengan penuh empati adalag suatu kata kerja yang bersifat aktif. Pemahaman ini, kita bertumpu pada kenyataan bahwa saat kita berupaya menjadi pendengar yang penuh empati, berawal dari kita, meminta seseorang untuk menceritakan pengalaman-pengalamannya. Tidak seorang pun mau menjadi orang yang selalu memaksa untuk mengarah pada kebenaran melalui ungkapan pertanyaan yang menyangkut permasalahan pokok. Apalagi, jika permasalahan tersebut menyakitkan bagi orang yang diajak berkomunikasi.

Tantangan dalam menjalin percakapan kita hanya membuat kita menjadi diri sendiri, tetapi kita juga secara konstan harus menemukan cara berinteraksi yang tepat berkat pengalaman. Secara paradoks semakin kita sabar dalam menjalin koneksi, maka kian pekalah kita saat kita melakukan percakapan yang membuat orang yang kita ajak berkomunikasi merasa nyaman. Di dalam relasi pasangan suami-istri dalam kehidupan berkeluarga, kita membutuhkan upaya khusus untuk secara berlanjut menjalin percakapan baru. Hal itu membuat kita mampu menciptakan pandangan lebih luas tentang siapa diri kita dan relasi yang akan kita ciptakan dengan lingkungan tempat kita berada. Melalui cara mengungkap dan cara kita terdiam, kita menurunkan dan meningkatkan keberadaan orang lain dalam kehidupan emosi kita.


SUMBER: Sadarjoen, S. S. (11 Maret 2017). KOMPAS. Konsultasi: Mendengar adalah enjalin Koneksi. Hari Sabtu. Halaman 25.    

0 comments:

Post a Comment