2.4.17

ARTIKEL, PSIKOLOGI INDUSTRI. " DAMPAK JOB FAIR DALAM DUNIA INDUSTRI DAN PENCARI KERJA "



DAMPAK JOB FAIR DALAM DUNIA INDUSTRI DAN PENCARI KERJA



     Oleh         : Ningnurani
     NIM          : 16.310.410.1146
     Fakultas :  Psikologi '16
     Universitas Proklamasi '45
                    Yogyakarta  


   
                     Bursa kerja, atau bursa karier (bahasa Inggris: job fair), adalah bursa atau pameran bagi para majikan, perekrut, dan sekolah untuk bertemu dengan para pencari kerja yang prospektif. Bursa ini biasanya diikuti oleh perusahaan atau organisasi yang menyediakan meja untuk mengumpulkan resume atau bilik tempat bertukar kartu nama. Di perguruan tinggi, bursa kerja umumnya digunakan untuk merekrut para lulusan baru. Seringkali disponsori oleh pusat-pusat karier, bursa kerja memberi kesempatan kepada para lulusan baru untuk melakukan wawancara kerja pertama mereka. Perusahaan-perusahaan yang mengikuti bursa kerja umumnya juga membuka lowongan secara daring.[1] Bursa kerja adalah tempat yang tepat bagi para perekrut dan pencari kerja untuk bertemu secara langsung dalam waktu yang singkat. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_kerja ).
  


              Bekerja adalah tujuan hampr dari setiap manusia di muka bumi ini. Mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan yang diharakan dan mendapat gaji yang memadai adalah keinginan yang selalu di dambakan oleh siapa pun juga. Tetapi terkadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Terkadang banyak faktor yang ditemui di dunia “ pencari kerja “, antara lain :
1.       Karena tingkat pendidikan yang tidak sesuai.
2.       Minimnya pengalaman kerja.
3.       Terbatasnya SDM.
4.       Terbatasnya lowongan pekerjaan.
5.       Dan faktor “ Keberuntungan dan kesempatan “
Mencari lowongan pekerjaan, bisa melalui informasi dari Koran, televisi, internet ataupun dengan adanya acara “ JOB FAIR “.Sebagai contoh job fair yang diselenggarakan di kampus  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dari tanggal 2- 3 April 2017. Di dalam job fair kita bisa menemukan berbagai jenis pekerjaan yang ditawarkan dan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang kita miliki.
                Biasanya orang – orang yang datang di acara job fair kebanyakan mahasiswa / mahasiswi yang baru lulus kuliah, tapi tidak sedikit pula yang mengikuti itu adalah orang – orang yag sudah bekerja. Alas an orang – orang yang sudah bekerja mengikuti job fair biasanya , mereka meninginkan untuk memperoleh gaji yang lebih besar dari sebelumnya.
                Dampak yang signifikan diperoleh oleh sebuah perusahaan / instansi yang mengadakan job fair adalah sebagai berikut :
a.       Bisa memperoleh calon pegawai yang masih “ fresh gruaduate.
b.      Membuat waktu yang efisien bagi perusahaan untuk merekrut calon pegawai.
c.       Menempatkan  seorang pekerja terbaik ( BEST POSIBLLE PERSON )yang paling sesuai dengan bidang pekerjaanYang akan dikerjakannya. ( Hugo  Munsterberg , dalm bukunya : “ psychology and Indutrial Efficiency).
              Sedangkan dampak bagi para pencari kerja adalah :
1.       Memudahkan untuk memperoleh lowongan pekerjaan tanpa harus keluar masuk dari satu perusahaan/ instansi.
2.       Bisa menemukan tempat bekerja yang sesuai dengan apa yang diharapkannya.
3.       Bisa menambah relasi bagi para pencari kerja dan menemukan kenalan – kenalan baru untuk saling bertukar informasi tentang pekerjaan.
Didalam mencari pekerjaan kita harus selalu optimis, dan yakin akan kemampuan kita. Karena dengan keyakinan dan kemampuan kita, pekerjaan yang terlihat mustahil untuk kita coba, pasti akan menjadi suatu  hal yang akan mampu kita lalui dan lakukan.

Selamat mencari kerja..!!! TETAP SEMANGAT DAN JANGAN MUDAH PUTUS ASA..!!, KARENA KESEMPATAN DAN PENGALAMAN ITU TIDAK DATANG DENGAN SENDIRINYA, MELAINKAN HARUS KITA CARI.! 


Sumber : Dari hasil pengalaman, yang dilihat serta yang dilakukan sendiri. ( YK, 02 April 2017 )


     

0 comments:

Post a Comment