14.4.17

ARTIKEL: MEROKOK BERHUBUNGAN ERAT DENGAN SKIZOFRENIA

MEROKOK BERHUBUNGAN ERAT DENGAN SKIZOFRENIA
Ahmad Mutamakin
15.310.410.1088
Psikologi Abnormal


Orang dengan skizofrenia tiga kali lebih mungkin untuk mempunyai kebiasaan merokok di bandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gangguan kesehatan mental, sebuah penelitian yang di terbitkan di lancet psychiatri menyatakan:

Hubungan merokok dengan skizrofenia.
Para ahli dari king’s college london mengatakan bahwa meskipun hubungan tersebut telah di ketahui sebelumnya, yakni antara pengguna tembakau dan masalah psikosis, dan sedikit penelitian yang menunjukan bahwa kemungkinan merokokdapat menyebabkan skizrofenia.
Penelitian terdahulu telah melihat mengapa orang dengan kondisi psikotif cenderung merokok. Penjelasan tersebut mencakup pembebasan dari kebosenan atau tertekan, dan keinginan untuk mengobati diri.

Meninjau bukti
Untuk menjelajahi subjek lebih lanjut, peneliti mengulas 61 penelitian atau study yang melibatkan hampir 15.000 pengguna tembakau dan 273.000 non-pengguna tembakau. Mereka menemukan bahwa 57% orang didiagnosis dengan skizrofenia untuk pertama kalinya adalah perokok.
Selain itu, orang yang di diagnosis skizrofenia untuk pertama kalinya adalah tiga kali lebih mungkin untuk merokok daripada mereka yang tidak memiliki skizrofenia. Sebuah penjelasan yang mungkin  adalah bahwa merokok berat meningkatkan kemampuan untuk membuat dopamin kimia di bagian otak. Dopamin diduga memainkan peran penting dalam pengembangan skizrofenia.

Peran dopamin
Kelebihan dopamin adalah penjelasan biologis terbaik yang kita miliki untuk penyakit psikotik seperti skizrofenia. Kata robin murray, professor riset psikiatri di king’s college london, dalam sebuah pernyataan. Ada kemungkinan bahwa paparan nikotin, dengan meningkatkan pelepasan dopamin, menyebabkan psikosis berkembang.
Para penulis mengatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membuktikan  dari penelitian yang telah  di lakukan  jika merokok(tembakau) 100% bisa menyebabkan skizrofenia. Namun sebagai tindakan pencegahan, salah satu penulis penelitian, sameer jauhar, mendesak orang-orang yang menangani pasien skizrofenia untuk menjauhi rokok, atau juga bisa melaksanakan program berhenti merokok.
Terlepas dari temuan ini, ada bukti bahwa penggunaan nikotin melalui merokok tembakau adalah salah satu masalah narkoba paling berbahaya di dunia, kata michael bloomfield, MD, dosen klinis psikiatri di university college london. Siapa saja yang membutuhkan bantuan untuk berhenti merokok harus berbicara dengan dokter mereka.


Via webMD/ image : workattheyard.com

Sumber : artikel kesehatan99.com

0 comments:

Post a Comment