9.4.17

ARTIKEL: KEBERSAMAAN DI BANK SAMPAH "APEL"

Kebersamaan di Bank Sampah “APEL”
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Lingkungan



Perjuangan mengumpulkan sampah benar-benar kami rasakan. Kami saling bantu membantu dalam mengumpulkan sampah. Mulai dari mengumpulkan sampah pribadi sampai mengumpulkan sampah di lingkungan sekitar. Kami berlima, Rere, Husna, Adel, Subur dan Madi. Suka duka kami rasakan bersama, walaupun terkadang kami tidak bisa bersama-sama berangkat ke Bank Sampah. Sampah duplek adalah salah satu jenis sampah andalan kami, selain botol bekas dan kardus bekas.

     Sampah duplek yaitu sampah yang berbahan dasar kertas. Misalnya, paper cup, kertas alas, kertas pembungkus nasi dan karton pembungkus kentang goreng (Tsabitah H, dkk, 2016). Selain itu sampah duplek bisa berasal dari buku tulis bekas, modul bekas, buku katalog bekas dan lain-lain.
Kebersamaan tidak hanya kami rasakan berlima, dengan pengurus Bank Sampah juga kami rasakan. Keluarga Bank Sampah “APEL” menerima kami dengan tangan terbuka. Hari ini, kami belajar menimbang dan mengetahui jenis-jenis sampah secara langsung. Ternyata butuh kesabaran dan tingkat ketelitian dalam menimbang. Karena apabila nasabah tidak sengaja mencampur sampah dengan beberapa jenis dari rumah, maka di tempat penimbangan akan dipilah pilah sesuai dengan jenis sampahnya. Pekerjaan yang tidak mudah, perhargaan yang setinggi-tingginya untuk para pengurus Bank sampah “APEL”.

Sumber:
Tsabitah, H., dkk., (2016). Laporan Eksekutif Penelitian Restoran Nol Limbah (Zero Waste Restaurant). Perkumpulan Creata. http://www.creata.or.id/wp-content/uploads/2016/08/eksekutif-summary-zwr.pdf. Diakses tanggal 9 April 2017. 

0 comments:

Post a Comment