14.4.17

ARTIKEL: GANGGUAN MOOD

GANGGUAN MOOD
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Abnormal

Mood ialah sebuah kondisi perasaan yang selalu dalam psikologis individu. Perasaan tersebut seperti, sedih, depresi, ataupun bahagia. Gangguan mood merupakan gangguan pada mood yang berlangsung sangat lama sehingga menghambat fungsi individu sehari-hari.Terdapat beberapa jenis gangguan mood, yaitu depresi mayor, gangguan distimik dan gangguan yang melibatkan perubahan mood individu (bipolar dan siklotimik) (Kompasiana, 2015). Gangguan mood ialah bagian integral dari psikologi klinis. Ada dua jenis gangguan mood yaitu mania dan depresi. Depresi adalah gangguan nomor 2 di dunia yang paling “mematikan”, dan diperkirakan pada 2020 akan menjadi “wabah” di seluruh penjuru dunia (Stein, Dan J., 2006, dalam Yosianto, dkk, 2012).
            Depresi merupakan suatu gangguan mood yang secara signifikan ditandai dengan perasaan sedih dan cemas yang berlebihan. Gangguan mood tidak memandang umur bagi penderitanya, karena bisa diderita oleh berbagai jenis umur (National Institute of Mental Health, 2010 dalam Kompasiana, 2015).  Gejala utama pada depresif ringan, sedang dan berat ialah afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, mudah lelah, konsentrasi dan perhatian berkurang, kepercayaan diri berkurang, pesimistis, tidur terganggu dan nafsu makan berkurang (Maslim, 2013).
            Penelitian Dinar Oktamiya Hayuningtyas, dkk yang berjudul “Upaya Bunuh Diri Sebagai Bentuk Depresi Pada Remaja Putri Korban Trafficking”, menjelaskan adanya upaya bunuh diri yang dilakukan pada remaja korban trafficking. Upaya ini dilakukan karena subjek mengalami depresi akut. Depresi terlihat pada perubahan –perubahan yang terjadi pada korban, seperti perubahan fisik, perasaan, pikiran dan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari (Kompasiana, 2015).
            Bunuh diri merupakan tindakan yang tidak baik dilakukan individu pada kondisi apapun. Banyak larangan tentang bunuh diri ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, terutama agama. Jadilah individu yang sehat mental. Karena individu tersebut mampu merasakan kebahagiaan dalam hidup, merasa dirinya berharga, berguna bagi dirinya sendiri dan orang sekitar. Dan individu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, terhindar dari kegelisahan dan gangguan jiwa, sehingga individu pun terhindar dari depresi akut.


Daftar Pustaka:

Maslim, Rusdi. (2013). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM V. PT Nuh Jaya. Jakarta. 64.
Yosianto, H.F, Satiningsih,& Karimah, A.(2012). Studi Kualitatif Cognitive Behaviour Therapy pada Bipolar Disorder. Jurnal Ilmiah. Universitas Negeri Surabaya. (1). http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/3452/17/article.pdf.  Diakses tanggal 10 April 2017.
Gangguan Mood dan Depresi Dapat Memicu Bunuh Diri. Kompasiana. 17 Juni 2015. http://www.kompasiana.com/fatiaaumma/gangguan-mood-dan-depresi-dapat-memicu-bunuh-diri_54f9402ca33311f1068b4b23. Di akses tanggal 14 April 2017.


0 comments:

Post a Comment