31.3.17

RESENSI ARTIKEL , PSIKOLOGI INDUSTRI " TKI ILEGAL BAKAL MARAK "




TKI ILEGAL BAKAL MARAK

Kebijakan Dirjen Keimigrasian Seakan Menindas Rakyat Kecil

FAKULTAS        : PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI ‘ 45 YOGYAKARTA






Pemerintah dan para pemegang STICK HOLDER Pemerintahan ini, seharusnya menjadi pelindung, contoh, dan pengayom, bagi seluruh warga masyarakat yang hidup di negeri ini. Kebijakan demi kebijakan yang di lakukan sering kali melukai dan tidak relevan dengan hati nurani warga masyarakat Indonesia. Membuat kebijakan tanpa pernah merasakan apa yang dibutuhkan dan dirasakan masyarakat kecil, tentu sangat berbeda implementasinya terhadap para “Pemakai “ kebijakan itu.
            Faktor ekonomi, lapangan pekerjaan yang sempit, SDM yang tidak sesuai harapan dan keinginan untuk “ merubah nasib “ adalah alasa klise yang selalu dipakai oleh para TKI untuk pergi dan mengadu nasib di negeri orang. Tapi masih pantaskah , kalau orang yang akan bekerja keluar negeri harus punya tabungan di bank dengan nominal palng sedikit “ 25 juta rupiah “ sebagai syarat utama mencari paspor.
            Seandainya mereka punya uang dengan nominal itu, pasti secara logika, mereka tidak akan pergi bekerja keluar negeri. Pasti mereka akan membuat usaha mandiri di tempat mereka berasal. Menurut undang – undang ketenaga kerjaan BAB I, PASAL 1, AYAT 2 yang berbunyi tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/ atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.”
            Menyediakan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan, dan yang layak, serta mencetak SDM yang berkualitas justru akan menjadi langkah yang lebih baik bagi Pemerintah Indonesia, dibandingkan jika harus membuat kebijakan yang belum tentu berdampak baik bagi masyarakat , khusunya masyarakat kecil.

Sumber : Kompas, Minggu 19 Maret 2017 hal : 5





0 comments:

Post a Comment