11.1.17

Resensi Artikel : Tangan Pemahat Lonceng Tak Lagi Selentur Dulu



Wartono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 Tangan Pemahat Lonceng Tak Lagi Selentur Dulu

Nilai Seni dalam ukiran dilonceng kuningan kian terkikis tuntutan kecepatan produksi.Perajin berkurang kepuasanya,seturut dengan melorotnya nilai ekspor.Kerajinan tangan DIY  kalah saingan dari barang buatan pabrik tiongkok.Zaman sudah berubah .Perjain kuningan kini mengurangi ketelatenan.AKibat dari kalah bersaingya kerajinan tangan dengan produksi massal akan hal produktivitas.Peluang dari kerajinan sebenarnya amat sangat masih terbuka.namun demikian sebab yang kalah produktif mengakibatkan kelesuan.
Qomah, Khusnul Isti,      Tangan Pemahat Lonceng Tak Lagi Selentur Dulu.         Harian Jogja, 11 Januari 2017 Hal 8

0 comments:

Post a Comment